JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN

Tinggalkan komentar

JARINGAN TUMBUHAN DAN HEWAN

  • Standar Kompetensi :

Memahami keterkaitan antar struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks saling temas.

  • Kompetensi Dasar     :

1.1              Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

  • Membedakan berbagai jaringan (epidermis, kolenkim, sklerenkim, parenkim, xilem, floem, dan kambium) penyusun organ tumbuhan.
  • Menunjukkan letak korteks, epidermis dan stele (silinder pusat).
  • Mendeskripsikan fungsi masing-maing jaringan tumbuhan.
  • Menggunakan pengetahuan yang diperoleh mengenai jaringan pada situasi baru / pemecahan masalah seperti pembudidayaan tanaman langka melalui perbanyakan dengan biji, stek, dan cangkok.

1.2              Mendeskripsikan struktur dan fungsi jaringan hewan.

  • Membedakan berbagai jaringan (epitel, otot, tulang, syaraf, dan ikat) pembentuk organ hewan.
  • Menjelaskan fungsi masing-masing jaringan pada hewan.
  • Menggunakan pengetahuan yang diperoleh mengenai jaringan pada situasi baru / pemecahan masalah seperti penggunaan transplantasi kulit untuk penyembuhan luka bakar.
  • Tujuan Pembelajaran           :

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan dapat :

  • Membedakan berbagai jaringan (epitel, otot, tulang, syaraf, dan ikat) pembentuk organ hewan.
  • Menjelaskan fungsi masing-masing jaringan pada hewan.
  • Membedakan berbagai jaringan (epidermis, kolenkim, sklerenkim, parenkim, xilem, floem, dan kambium) penyusun organ tumbuhan.
  • Menunjukkan letak korteks, epidermis dan stele (silinder pusat).
  • Mendeskripsikan fungsi masing-maing jaringan tumbuhan
  • Ringkasan Materi     :

1.1    A.  Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

 

Jaringan Tumbuhan

Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan permanen.

  1. Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional ; artinya mampu membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Ciri-ciri sel meristem adalah berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, inti besar, dan plastida belum matang. Jaringan Meristem disebut juga jaringan muda.

Berdasarkan letaknya dalam tumbuhan, ada tiga macam meristem, yaitu : meristem apikal, lateral, dan interkalar.

Sedangkan, dilihat dari asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi :

  1. Promeristem

Adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih berada dalam masa embrional.

  1. Meristem Primer

Meristem Primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem terdapat misalnya pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Daerah meristematik di belakang promeristem mempunyai 3 jaringan meristem, yaitu : protoderma, prokambium, dan meristem dasar.

  1. Meristem Sekunder

Meristem Sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi tetapi menjadi embrional sejati.

  1. Jaringan Dewasa (Permanen)

Jaringan Dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain     :

  1. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
  2. Mempunyai ukuran yang relatif besar dibanding sel-sel meristem.
  3. Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selapuit yang menempel pada dinding sel.
  4. Kadang-kadang selnya telah mati.
  5. Selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya.
  6. Di antara sel-selnya, dijumpai ruang-ruang antar sel.

Jaringan dewasa terdiri dari    :

  1. Jaringan Pelindung (Epidermis)

Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar, yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga dan buah. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan sehingga jaringan epidermis disebut jaringan pelindung.

Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivat epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silika, dan sel gabus.

  1. Jaringan Dasar (Parenkim)

Jaringan parenkim merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan proses fisiologis.

Jaringan parenkim disebut jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan. Contohnya, parenkim dijumpai di antara epidermis dan pembuluh angkut pada akar dan batang.

  1. Jaringan Penyokong (Penguat)

Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

  1. Jaringan Pengangkut (Vaskuler)

Jaringan pengangkut pada tumbuhantingkat tingi terdiri dari xilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid,serta unsur-unsur lain seperti serabut xilem dan parenkim xilem.

  • Xilem

Fungsi utama dari xilem adalah untuk sirkulasi air dan mineral dari akar. Xilem merupakan suatu jaringan pengangkut kompleks yang terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Pada umumnya, sel-sel penyusun xilem merupakan sel-sel mati dengan dinding yang sangat tebal tersusun dari zat lignin, sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur trakeal, serabut xilem dan parenkim xilem.

  • Floem

Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim, dan serabut floem.

  1. Jaringan Gabus

Tersusun atas sel-sel gabus. Berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat di sebelah bawahnya agar tidak kehilangan air yang berlebihan.

  1. Jaringan Sekretoris

Jaringan dinamakan juga kelenjar internal. Penyusun jaringan sekrotaris yang penting adalah sebagai berikut         :

  1. Sel kelenjar
  2. Saluran kelenjar
  3. Saluran getah
  1. B.     Organ pada Tumbuhan

 

               Organ-organ pada tumbuhan meliputi batang, akar, daun, bunga, buah, dan biji.

  1. Akar (Radiks)

Berdasarkan asalnya, akar tumbuhan dibagi dalam 2 kategoris, yaitu ; akar primer dan akar liar. Struktur anatomi akar dapat diamati dengan cara memotong akar secara melintang. Urutan dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

  1. Epidermis
  2. Korteks
  3. Endodermis
  4. Stele
  5. Batang (Caulis)

Batang merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk menegakkan tubuh serta menghubungkan bagian akar dan daun. Susunan batang hampir sama dengan susunan akar. Perbedaan struktur anatomi akar dan batang adalah pada akar terdapat endodermis, sedangkan pada batang tidak terdapat endodermis. Lapisan penyusun batang dari luar ke dalam adalah sebagai berikut          :

  1. Epidermis
  2. Korteks
  3. Stele

Fungsi lain batang       :

  • alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.
  • alat perkembangbiakan vegetatif
  • alat penyimpan bahan makanan cadangan
  • tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah
  1. Daun (Folium)

Daun merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis. Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berupa upih daun, tangkai daun, dan helai daun. Akan tetapi, banyak tumbuhan tidak memiliki bagian secara lengkap.

Daun biasanya tersusun oleh berbagai macam jaringan sebagai berikut         :

  • Jaringan pelindung
  • Jaringan dasar
  • Jaringan pengangkut
  • Jaringan penguat
  • Jaringan sekretori

Daun sesungguhnya adalah cabang atau ranting yang mengalami modifikasi. Pada tumbuhan tingkat tinggi daun merupakan tempat penting untuk fotosintesis.

  1. Epidermis
  • Berfungsi melindungi jaringan di bawahnya
  • Terdapat lapisan kutikula (lilin)
  1. Parenkim

terdapat 2 macam parenkim, yaitu parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (bunga karang) yang keduanya membentuk daging daun (mesofil).

  1. Berkas pengangkut
  • Terdiri atas xylem dan phloem
  • Terdapat pada tulang-tulang daun yang merupakan lanjutan dari ranting atau batang
  1. Bunga (Flos)

Bunga merupakan alat reproduksi generatif yang muncul hanya pada saat tumbuhan mencapai usia tertentu. Pada bunga terjadi penyerbukan dan pembuahan yang menghasilkan buah.

Bunga sesungguhnya adalah kuncup daun yang telah mengalami modifikasi sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai alat reproduksi yang menghasilkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Adapun bagian-bagian bunga meliputi  :

  • Kelopak bunga (calyx) yang terdiri dari beberapa daun kelopak (sepal) yang berwarna hijau. Kaliks berfungsi melindungi bunga ketika masih kuncup dari kekeringan.
  • Tajuk atau mahkota bunga (corolla), berfungsi menarik serangga atau hewan lain yang akan menyerbuk bunga.
  • Alat kelamin jantan (androesium), terdiri dari beberapa benang sari (stamen)
  • Alat kelamin betina (ginoesium), terdiri dari satu atau lebih daun buah (karpel) yang akan membentuk putik (pistil).
  1. Buah

Memekatnya serbuk sari di atas kepala putik disebut penyerbukan. Penyerbukan diikuti oleh pembuahan yang sesudahnya bakal buah dan biji berkembang menjadi buah.

  1. Biji (Sperm)

Biji yang mengandung embrio atau lembaga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan bagi tumbuhan.

  1. C.          Pembudidayaan Tanaman Langka

 

  1. Menyetek

Menyetek adalah perbanyakan tanaman yang dapat kalian lakukan dengan mudah. Menyetek dilakukan dengan memotong bagian tanaman (misal, helai daun) yang kemudian ditancapkan kedalam tanah atau ada pula potongan daun yang cukup diletakkan di atas tanah.

  1. Mencangkok

Mencangkok adalah mengupayakan tumbuhnya akar pada cabang / ranting tumbuhan.

1.2    A.  STRUKTUR DAN FUNSI JARINGAN HEWAN

 

Jaringan penyusun tubuh hewan ada empat macam, yaitu  :

  1. Jaringan epitelium

Merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga tubuh. Berfungsi untu melindungi permukaan luar dan dalam organ. Berdasarkan susunan sel terdapat epitelium sederhana dan epitelium kompleks          :

  1. Epitelium pipih
  2. Epitelium silindris
  3. Epitelium kubus
  4. Epitelium transisional
  5. Epitelium Kelenjar
  6. Jaringan ikat

Merupakan jaringan yang mengikat dan menyokong bagian tubuh. Berfungsi untuk melindungi jaringan & organ dan untuk mengikat sel-sel untuk membentuk jaringan & untuk membentuk organ.

Sel-sel jaringan ikat           :

  • Fibroblas

Berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk matriks

  • Makrophag

Tidak mempunyai bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis

  • Sel lemak

Menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak

  • Sel plasma

Berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi utnuk meghasilkan antibody.

  • Sel tiang (mast cell)

Berfungsi untuk heparin dan histamine.

Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya        :

  1. Jaringan ikat longgar

Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin. Berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari jaringan lainnya.

  1. Jaringan ikat padat

Bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat sehingga cairannya berkurang.Berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti pada katub jantung, kapsul persendian, fasia, tendon dan ligamen.

  1. Jaringan otot

Merupakan jaringan yang menggerakkan bagian-bagian tubuh.

  1. Kartilago (Tulang Rawan)

Berfungsi untuk memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka baik pada embrio maupun pada saat dewasa.

  1. Jaringan saraf

Merupakan jaringan yang menanggapi rangsang dan meneruskan rangsang dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuih yang lain.

  1. B.           ORGAN PADA HEWAN

        

         Organ merupakan bagian tubuh yang tersusun oleh beberapa jenis jaringan. Organ dapat memiliki satu atau lebih fungsi tertentu.

Organ-organ mempunyai bentuk dan posisi tertentu di dalam tubuh. Posisi organ di dalam tubuh disesuaikan dengan funsinya sebagai pembentuk sistem organ tertentu. Contohnya, paru-paru terletak di rongga dada, berhubungan dengan tenggorokan, dan berfungsi sebagai sistem respirasi.

  1. C.          KANKER

 

Kanker merupakan jaringan yangtumbuh tak terkendali akibat adanya faktor pencetus yang menyebabkan terganggunya kegiatan metabolisme. Mieloma adalah sebuah kanker sel pembentuk antibodi yang disebut sel plasma.

1.Penyebab Kanker

Kanker dapat timbul kareba faktor genetik atau karena karsinogen.

  1. Faktor genetik

Sel kanker merupakan sifat yang diwariskan secara tetap. Sel kanker diwariskan ke generasi berikutnya pada setiap mitosis seperti sifat lain yang dikontrol secara genetik.

  1. Faktor karsinogen

Zat kimia tertentu bersifat karsinogen (menyebabkan kanker) karena berinteraksi langsung dengan molekul DNA.

2.Resistensi Bawaan

Sel-sel manusia memproduksi tiga jenis interferon sesuai dengan jenis sel yang memproduksinya, yaitu :

Interferon fibroblas

Interferon leukosit

Interferon sel-sel T.

Soal-Soal Latihan

Pilihan ganda

  1. Parenkim yang mengandung klorofil disebut…
    1. Klorenkim
    2. Sklerenkim
    3. Kolenkim
    4. Sklereid
    5. Xilem
    6. Tumbuhan di bawah ini yang memiliki epidermis daun ganda yang tersusun atas beberapa lapis sel, yaitu…
      1. Ficus, Calyx, Zea Mays
      2. Nerium, Acasia, Calyx
      3. Piper, Nerium, Biduri
      4. Piper, Nerium, Ficus
      5. Ficus, Acasia, Calotropis
      6. Daun lengkap memiliki bagian-bagian sebagai berikut, kecuali…
        1. Pelapah daun
        2. Tangkai daun
        3. Helai daun
        4. Upih daun
        5. Ranting daun
        6. Yang tidak termasuk jaringan penyusun tubuh hewan yaitu…
          1. Jaringan epithelium
          2. Jaringan ikat
          3. Jaringan otot
          4. Jaringan saraf
          5. Jaringan sekretoris
          6. Kelenjar Brunner yang terdapat pada usus halus termasuk dalam klasifikasi…
            1. Kelenjar Alveolar sederhana
            2. Kelenjar tubular majemuk
            3. Kelenjar tubular sederhana
            4. Kelenjar Alveolar majemuk
            5. Kelenjar tubular bergulung sederhana
            6. Sel pada jaringan ikat yang berfungsi menghasilkan substansi heparin dan histamin yaitu…
              1. Fibroblas
              2. Sel lemak
              3. Sel tiang
              4. Sel darah putih
              5. Makrophag
              6. Yang tidak termasuk sel saraf adalah…
                1. Nukleus
                2. Dendrit
                3. Sel Schwan
                4. Akson
                5. Neuron
                6. Neuron Aferen disebut juga…
                  1. Neuron sensori
                  2. Neuron intermediet
                  3. Interneuron
                  4. Neuron motor
                  5. Neuron eferen
                  6. Di bawah ini adalah sifat-sifat jaringan dewasa, kecuali…
                    1. Mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri
                    2. Kadang-kadang selnya telah mati
                    3. Di antara sel-selnya dijumpai ruang antar sel
                    4. Mempunyai ukuran sel yang relatif besar
                    5. Selnya telah mengalami penebalan dinding
                    6. Mengupayakan tumbuhnya akar pada cabang / ranting tumbuhan disebut…
                      1. Menyetek
                      2. Menempel
                      3. Mencangkok
                      4. Okulasi
                      5. Menyambung

Terstruktur

  1. Bagian daun yang terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah disebut……..(1) atau disebut juga dengan…….(2) daun
  2. Jarinmgan pengangkut pada tumbuhan ada 2 macam, yaitu……..(3) yang terletak pada tulang daun bagian………(4) dan………(5) yang terletak pada tulang daun bagian…….(6)
  3. Di dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ……..(7) atau……….(8) yang terdiri atas dua………..(9) atau……..(10) yang merupakan tempat terbentuknya………..(11) dan merupakan gamet jantan.
  4. Adadua jenis sel darah putih yaitu yang …….(12) terdiri atas……..(13),………..(14), dan …………(15), serta yang……..(16) terdiri atas………(17) dan ……………(18)
  5. Neuron terdiri dari badan sel,………(19) dan ………(20)

Menjodohkan

  1. Kelenjar Endoktrin
    1. Parenkim
    2. Columnar
      1. Titik temu antara ujung
      2. Ikatan pembuluh antara xilem dan floem
        1. Kelenjar buntu
        2. Jaringan penyimpan cadangan makanan
          1. Fasis
          2. Sinapsis
            1. Batang

Kunci Jawaban

Pilihan ganda

  1. A                              6.   C
  2. D                              7.   E
  3. E                               8.   A
  4. E                               9.   A
  5. B                              10. C

Terstruktur

  1. Mesofil
  2. Daging daun
  1. Xilem
  2. Di atas
  3. Floem
  4. Di bawah
  5. Ruang sari
  6. Teka
  7. Kantong sari
  8. Lokulomentum
  9. Serbuk sari
  1. Bergranula
  2. Eosinofil
  3. Basofil
  4. Neotrofil
  5. Tidak bergranula
  6. Limfosit
  7. Mosit
  1. Dendrit
  2. Akson

Menjodohkan

  1. C
  2. E
  3. D
  4. A
  5. B
    JARINGAN TUMBUHAN

 

Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan permanen.

A. Jaringan

1.  Jaringan Meristem (jaringan muda)

Merupakan jaringan yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional.

Ciri-ciri :

–      bentuk dan ukuran selnya sama

–      dinding selnya tipis

–      Selnya penuh dengan protoplasma

–      Isi sel tidak mengandung zat makanan

Jaringan meristem dibedakan menjadi 2, yaitu  :

a.    Promeristem   

Adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih berada dalam masa embrional.

b.    Meristem primer

Adalah jaringan meristem pada tumbuhan dewasa dan masih bersifat membelah diri, sehingga merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio.

c.    Meristem sekunder

Adalah jaringan meristem yang berasal dari meristem primer yang telah mengadakan diferensiasi.

2.  Jaringan Permanen (jaringan dewasa)

Merupakan jaringan yang telah mengalami deferensiasi dan tidak meristematis lagi (tidak tumbuh dan memperbanyak diri).

a.    Epidrmis

Adalah jaringan atau lapisan terluar yang menutupi permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar, batang, daun dan bunga.

b.        Parenkim (jaringan dasar).

Merupakan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat kedudukan jaringan yang lain.

Macam-macam jaringan parenkim :

c.    Jaringan Penyokong/ penguat/ penunjang

Merupakan jaringan yang berfungsi untuk menujang agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh dan kuat.

d.    Jaringan Pengangkut

Merupakan jaringan yang berguna untuk transportasi hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun.

Jaringan pengangkut terdiri dari :

xylem (pembuluh kayu) : sel penyusunnya berupa trakeid, trakea dan parenkim xylem. Terdapat pada bagian kayu.

Fungsinya mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun

phloem (pembuluh tapis) : terdiri dari sel hidup, berdinding selulosa dan dindingnya melintang. Terdapat pada bagian kulit kayu. Pada samping ploem terdapat  sel pengiring.

Fungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tubuh tumbuhan.

e.    Jaringan Gabus

Tersusun atas sel-sel gabus. Berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat di sebelah bawahnya agar tidak kehilangan air yang berlebihan.

B.  Organ Tumbuhan

Jaringan pada tumbuhan tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan bersama jaringan lain untuk membentuk suatu organ. Organ pada tumbuhan tinggi berupa akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.

1.    Akar (radiks)

Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang ditutupi tudung akar (kaliptra) di mana pada dinding sel sebelah luarnya berlendir untuk memudahkan menembus tanah.

 2.    Batang (caulis)

Fungsi :

– alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.

– alat perkembangbiakan vegetatif

– alat penyimpan bahan makanan cadangan

– tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah

3.    Daun (folium)

Daun sesungguhnya adalah cabang atau ranting yang mengalami modifikasi. Pada tumbuhan tingkat tinggi daun merupakan tempat penting untuk fotosintesis.

a.    Epidermis

– Berfungsi melindungi jaringan di bawahnya

– Terdapat lapisan kutikula (lilin)

`b.    Parenkim

Terdapat 2 macam parenkim, yaitu parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (bunga karang) yang keduanya membentuk daging daun (mesofil).

c.    Berkas pengangkut

– Terdiri atas xylem dan phloem

– Terdapat pada tulang-tulang daun yang merupakan lanjutan dari ranting atau batang

4.    Bunga (flos)

Bunga sesungguhnya adalah kuncup daun yang telah mengalami modifikasi sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai alat reproduksi yang menghasilkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Adapun bagian-bagian bunga meliputi  :

– Kelopak bunga (calyx) yang terdiri dari beberapa daun kelopak (sepal) yang berwarna hijau. Kaliks berfungsi melindungi bunga ketika masih kuncup dari kekeringan.

– Tajuk atau mahkota bunga (corolla), berfungsi menarik serangga atau hewan lain yang akan menyerbuk bunga.

– Alat kelamin jantan (androesium), terdiri dari beberapa benang sari (stamen)

– Alat kelamin betina (ginoesium), terdiri dari satu atau lebih daun buah (karpel) yang akan membentuk putik (pistil)

5.    Buah

Memekatnya serbuk sari di atas kepala putik disebut penyerbukan. Penyerbukan diikuti oleh pembuahan yang sesudahnya bakal buah dan biji berkembang menjadi buah.

6.    Biji (sperm)

Biji yang mengandung embrio atau lembaga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan bagi tumbuhan.

 Jaringan Hewan

Jaringan epithelium

Berfungsi untuk melindungi permukaan luar dan dalam organ. Berdasarkan susunan sel terdapat epithelim sederhana dan epithelium komplex:

Epithelium pipih

Epithelium silindris

Epithelium kubus

Epithelium Transisional

Epithelium kelenjar

Jaringan ikat biasa

Berfungsi untuk melindungi jaringan dan organ dan mengikat sel-sel untuk membentuk jaringan dan mengikat jaringan dan jaringan untuk membentuk organ.

Sel-sel jaringan ikat:

Fibroblas : berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk matriks

Makrophag : tidak mempunyai bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis

Sel lemak : menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak

Sel plasma : Berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi utnuk meghasilkan antibody.

Sel tiang (mast cell) : berfungsi untuk heparin dan histamine

Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya:

Jaringan ikat longgar

Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin.

Berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari jaringan lainnya.

Jaringan ikat padat

Bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat sehingga cairannya berkurang.Berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti pada katub jantung, kapsul persendian, fasia, tendon dan ligamen.

Kartilago (Tulang Rawan)

Berfungsi untuk memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka baik pada embrio maupun pada saat dewasa.Berdasarkan susunan dan matriksnya, kartilago dibedakan menjadi tiga, yaitu :

Kartilago Hyalin

Matriksnya berwarna putih kebiruan dan transparan, dengan konsentrasi serat elastis yang tinggi.

Kartilago fibrosa

Matriksnya berwarna gelap dan keruh, dengan serabut kolagen yang tersusun sejajar dan membentuk satu berkas sehingga bersifat keras.

Kartilago elastis

Matriksnya berwarna kuning dengan serabut kolagen yang berbentuk seperti jala.

Osteon (Jaringan Tulang Sejati)

Berdasarkan kepadatan matriks ada atau tidak ada rongga di dalamnya , tulang dibedakan menjadi dua, yaitu :

Tulang kompak (keras)

Tersusun atas matriks yang rapat.

Tulang Spons (bunga karang)

Matriksnya tersusun longgar.

 Jaringan darah

Berfungsi untuk pengangkutan CO2 dan O2, sari-sari makanan, hormon, sisa metabolisme dan alat pertahanan tubuh. Komponen penyusunnya adalah eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah puith), dan trombosit (keping darah).

Eritrosit

Tidak mempunyai inti sel dan sitoplasmanya mengandung hemoglobin.

Leukosit

Mengandung inti sel dan dapat bergerak.Terbagi menjadi dua, yaitu leukosit agranuler dan leukosit granuler.

Trombosit

Tidak memiliki inti dan mudah pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar.

 Limfe (Jaringan Getah Bening)

Tersusun atas sel-sel limfosit dan makrophag serta serat-serat retikuler yang menjadi rangka untuk menahan timbunan lim[posit dan macrophage. 

Jaringan Otot

Tersusun atas sel-sel otot. Mempunyai sifat kontraktibilitas dan relaksibilitas.

                          Jaringan otot berdasarkan struktur penyusunnya dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Otot Polos

Bekerja lamban tidak di bawah pengaruh otak.

Otot Jantung

Merupkan otot khusus penyusun organ jantung.Keistimewaanya adalah bekerja tidak di bawah pengaruh otak namun dapat berkontraksi secara ritmis dan terus menerus.

Otot lurik

Berkontraksi cepat tetapi tidak mampu bekerja dalam waktu yang lama. Otot lurik bekerja di bawah pengaruh otak dan melekat pada rangka tubuh sehingga sering disebut sebagai otot rangka.

 Jaringan Lemak

Tersusun atas sel-sel lemak dan matriks. Jaringan lemak bersal dari sel-sel mesenkim.Fungsi jaringan lemak adalah untuk cadangan energi,penjaga kestabilan tubuh danproteksi mekanis.

Jaringan Syaraf

Jaringan syaraf tersusun atas sel-sel syaraf (neuron). Jaringan syaraf merupakan perkembangan dari lapisan embrional ectoderm. Jaringan syaraf sangat penting untuk mengatur kerja organ-organ tubuh bersama system hormon.

Organ Hewan

 Merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang berbeda-beda untk mendukung satu fungsi atau lebih.Berdasarkan letaknya organ dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam misalnya hati dan jantung. Organ luar misalnya kulit, mata, telinga dan hidung.

 Sistem Organ

 Sistem organ adalah gabungan dari beberapa organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu. Pada tubuh hewan tingkat tinggi setidaknya terdapat 9 macam system organ.

 Transplantasi Organ

 Transplantasi organ adalah proses pencangkokan organ tubuh manusia atau hewan yang satu ke manusia atau hewan yang lainnya.Transplantasi paling aman jika jaringan atau organ yang ditransplantasikan barasal dari tubuh sendiri, Contohnya kulit.

KETERANGAN

(GAMBAR 4)


// <![CDATA[
“);
//]]>
// ]]>// // // //

Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya. Sel manusia adalah salah satu jenis sel hewan.

Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson, cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf.

Gbr. Sel saraf (neuron) dengan akson dan dendrit).

Terdapat 3 macam sel saraf

1.

Sel Saraf Sensorik
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.

2.

Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.

3.

Sel Saraf Penghubung
Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.

Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas.
Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.

Jaringan Otot

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek.

Gambar 1 :
Diagram susunan jaringan otot kerangka, dari
keseluruhan otot sampai tingkat molekuler.

Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam :

1.

Jaringan Otot PolosJaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis.
Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah
pengaruh saraf otonom. Bila otot polos dirangsang, reaksinya lambat. Otot polos terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, saluran pernafasan.

Gbr. Struktur Otot Polos

2.

Jaringan Otot LurikNama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar.

Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.

Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar.Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.

Gbr. Serabut otot lurik
(dari otot anak-anak).

3.

Jaringan Otot Jantung/MiokardiumJaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat.
Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.

Gbr. Serabut otot jantung
(dari jantung orang dewasa)

Diposkan oleh Blog Awwabin di 20:03 0 komentar

Jaringan Epitel

Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan tubuh, organ tubuh atau permukaan saluran tubuh hewan.

Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan epitel dibagi menjadi

1. Epitel Pipih

a.

Epitel pipih selapis
Contoh:
pada pembuluh darah, alveolus, pembuluh limfe, glomerulus ginjal.

b.

Epitel banyak lapis
Contoh:
pada kulit, rongga mulut, vagina.

2. Epitel Kubus

a.

Epitel kubus selapis
Contoh:
pada kelenjar tiroid, permukaan ovarium.

b.

Epitel kubus banyak lapis
Contoh:
pada saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit.

Gbr. 1. Epitel kubus selapis
2. Epitel pipih selapis
3. Jaringan ikat
(diambil dari lapisan allantois dan amnion embrio babi).

3. Epitel Silindris

a.

Epitel silindris selapis
Contoh:
pada lambung, jonjot usus, kantung empedu, saluran pernafasan bagian atas.

Gbr. Epitel silindris banyak lapis bersilia .
(tampak silia di tengah-tengah,
diambil dari eaofagus janin).

b.

Epitel silindris banyak lapis
Contoh:
pada saluran kelenjar ludah, uretra.

c.

Epitel silindris banyak lapis semu/epitel silindris bersilia
Contoh:
pada trakea, rongga hidung.

4. Epitel Transisional

Merupakan bentuk epitel banyak lapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringannya menggelembung bentuknya berubah.

Contoh: pada kandung kemih.

Gbr 3. Epitel transisional dari kandung kemih anjing.

A : kandung kemih kosong


B : kandung kemih berisi urine

Sebagai jaringan yang menutup seluruh permukaan luar dan dalam tubuh setiap organisme, jaringan epitel mempunyai fungsi sebagai berikut

1. Sebagai pelindung
2. Sebagai kelenjar
3. Sebagai penerima rangsang
4. Sebagai lalu lintas keluar masuknya zat

 

Di susun oleh :

Rifiani Zemi

Sabrina Aulia Nisa

Megawati F

Anisa F

Anwar A

SUMBER : khasiat-tanaman-obat-herbal.blogspot.com

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK TENTANG UJI KERTAS LAKMUS

Tinggalkan komentar

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Larutan dapat dibedakan menjadi tiga golongan,yaitu bersifat asam,basa dan netral. Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu dan banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Basa terdapat pada deterjen,obat-obatan dan pasta gigi. Dan asam terdapat pada makanan,minuman kaleng dan buah-buahan.
Istilah asam(acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Dan juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan.
Kini telah tersedia cara praktis untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan, yaitu dengan menggunakan indikator asam-basa. Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang mampu menunjukkan warna berbeda dalam larutan asam dan basa. Salah satu indikator adalah kertas lakmus dan indikator unuversal.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Bagaimanakah sifat larutan yang ditentukan dengan kertas lakmus?

C. Tujuan
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah:
Menentukan sifat beberapa larutan dengan kertas lakmus.

D. Manfaat Penelitian
Praktikum ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1. Bagi pelajar, siswa dapat mengetahui sifat larutam menggunakan kertas lakmus.
2. Bagi guru, dapat menjadikan laporan ini sebagai acuan dalam pembelajaran.
3. Bagi tenaga penyuluh, praktikum ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan siswa.
4. Bagi peneliti, praktikum ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.

Bab II
Landasan Teori

Asam4
) zat tersebutaKekuatan suatu zat ditentukan oleh derajat ionisasi ( yang dapat dinyatakan dengan tetapan kesetimbangan asam (Ka). Harga kesetimbangan asam merupakan ukuran kekuatan asam, yaitu bila asam makin kuat maka harga Ka makin besar, sedangkan bila asam makin lemah maka harga Ka makin kecil.

Basa4
Kekuatan suatu zat ) zat tersebut yang dapat dinyatakanaditentukan oleh derajat ionisasi ( dengan tetapan kesetimbangan basa (Kb). Harga kesetimbangan basa merupakan ukuran kekuatan basa, yaitu bila basa makin kuat maka harga Kb makin besar, sedangkan bila basa makin lemah maka harga Kb makin kecil.

Asam-Basa menurut Arrheniusv
Pada tahun1884,Svante Arrhenius (1859-1897) seorang ilmuwan Swedia yang memenangkan hadiah Nobel atas karyanya di bidang ionisasi, memperkenalkan pemikiran tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) tergantung pada konsentrasi ion-ion hidrogen di dalamnya.
Asam: senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+.
Basa : senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
Asam-Basa menurut Bronsted-Lowryv
Pada tahun 1923,seorang ahli dari Denmark bernama Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry dari Inggris yang bekeja sendiri-sendiri, tetapi dalamwaktu yang bersamaan mengembangkan konsep asam-basa berdasarkan serah terima proton H+. Konsep asam-basa berdasarkan serah terima proton ini dikenal dengan konsep asam-basa Bronsted-Lowry.
Asam: spesi yang memberikan proton
Basa : spesi yang menerima proton

LAKMUSv
Lakmus adalah asam lemah. Lakmus memiliki molekul yang sungguh rumit yang akan kita sederhanakan menjadi HLit. “H” adalah proton yang dapat diberikan kepada yang lain. “Lit” adalah molekul asam lemah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kesetimbangan ketika asam ini dilarutkan dalam air. Pengambilan versi yang disederhanakan kesetimbangan ini:

Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah, ketika terionisasi adalah biru.
Sekarang gunakan Prinsip Le Chatelier untuk menemukan apa yang terjadi jika anda menambahkan ion hidroksida atau beberapa ion hidrogen yang lebih banyak pada kesetimbangan ini.
Penambahan ion hidroksida:

Penambahan ion hidrogen:

Jika konsentrasi Hlit dan Lit- sebanding:
Pada beberapa titik selama terjadi pergerakan posisi kesetimbangan, konsentrasi dari kedua warna akan menjadi sebanding. Warna yang anda lihat merupakan pencampuran dari keduanya.

Alasan untuk membubuhkan tanda kutip disekitar kata “netral” adalah bahwa tidak terdapat alasan yang tepat kenapa kedua konsentrasi menjadi sebanding pada pH 7. Untuk lakmus, terjadi perbandingan warna mendekati 50 / 50 pada saat pH 7 – hal itulah yang menjadi alasan kenapa lakmus banyak digunakan untuk pengujian asam dan basa. Seperti yang akan anda lihat pada bagian berikutnya, hal itu tidak benar untuk indikator yang lain.

Indikator4
Sifat asam atau basa pada suatu larutan, dapat diketahui dengan suatu petunjuk atau indikator. Pada umumnya, indikator adalah asam atau basa organik lemah yang warnanya dapat berubah pada kondisi pH tertentu. Lakmus merupakan salah satu zat dari ribuan zat yang digunakan sebagai indikator. Jika lakmus merah menjadi biru berarti larutan tersebut bersifat basa sebaliknya, jika lakmus biru menjadi merah berarti larutan tersebut bersifat asam. Berikut beberapa contoh indikator yang biasa digunakan dalam penentuan sifat larutan.
No Indikator Trayek pH Warna (Asam) Warna (Basa)

1 Timol Biru 1,8-2,8 Merah Kuning
2 Metil jingga 3,1-4,4 Merah Kuning
3 Metil merah 4,2-6,2 Merah Kuning
4 Lakmus 4,5-8,3 Merah Biru
5 Brom kesol hijau 3,8-5,4 Kuning Biru
6 Brom kesol ungu 5,2-6,8 Kuning Ungu
7 Bromtimol biru 6,0-7,6 Kuning Biru
8 Fenulftalein 8,3-9,6 Tidak berwarna Merah
9 Alzarin kuning 10,1-12,0 Kuning Merah

Bab III

PRAKTIKUM

Tujuan praktikum:
1. Menentukan sifat beberapa larutan dengan kertas lakmus.
2. Untuk melatih keterampilan melakukan pengukuran kertas lakmus untuk mengetahui sifat dari larutan tersebut.
3. Agar mengenal peralatan laboratorium secara nyata.

Alat:
1. Pelat tetes
2. Pipet tetes
3. Kertas lakmus merah dan biru

Bahan:
1. Air sumur
2. Air kapur
3. Larutan cuka
4. Air jeruk nipis
5. Air sabun
6. Alkohol
7. Air gula
8. Larutan NaCl
9. Obat tetes mata
10. Amoxicillin
11. Air teh
12. Air kopi
13. Air susu
14. Air sirih

Unjuk Kerja:
1. Siapkan alat-alat dan bahan-bahannya.
2. Gunting masing-masing sehelai kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1 cm.

Prosedur penentuan sifat larutan air sumur:
1. Mencuci alat-alat praktikum dengan cara mengalirkan air bersih pada alat-alat praktikum.
2. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
3. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air sumur.
4. Amati perubahan warna yang terjadi.
5. Catat pengamatan Anda.
6. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat larutan air kapur:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air kapur.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat larutan cuka:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan Larutan cuka.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat air jeruk nipis:
1.Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air jeruk nipis.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat air sabun:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air sabun.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat larutan alkohol:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan alkohol.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat air gula:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air gula.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat larutan NaCl:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan larutan NaCl.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat obat tetes mata:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan obat tetes mata.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat larutan Amoxcillin:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan Amoxicillin.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat air teh:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air teh.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat air kopi:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2.Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air kopi.
3.Amati perubahan warna yang terjadi.
4.Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat air susu:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air susu.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda
5. Perkirakan pH larutan.

Prosedur penentuan sifat air sirih:
1. Sediakan kertas lakmus dan guntinglah kertas lakmus merah dan biru.
2. Letakkan masing-masing kertas lakmus kedalam satu lekukan pelat tetes, lalu teteskan air sirih.
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Catat pengamatan Anda.
5. Perkirakan pH larutan.

BAB IV
Hasil Pengamatan

Larutan Perubahan warna Sifat Larutan
Lakmus Merah Lakmus Biru Asam Basa netral
Air Sumur Merah Biru ü
Air Kapur Biru Biru ü
üLarutan Cuka Merah Merah
üAir Jeruk Merah Merah
Air Sabun Biru Biru ü
üAlkohol Merah Merah
üAir Gula Merah Merah
üLarutan NaCl Merah Merah
üObat Tetes Mata Merah Merah
üLarutan Amoxicillin Merah Merah
üAir Teh Merah Merah
üAir Kopi Merah Merah
üAir susu Merah Merah
üAir Sirih Merah Merah

BAB V
Pembahasan

kertas lakmus ada 2 yaitu, kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru. Dari kedua kertas lakmus ini dapat menentukan sifat larutan dari bahan makanan yang kita teliti. Sifat larutan dari bahan yang kita teliti adalah bersifat asam, basa, dan netral.
Larutan tersebut akan bersifat, antara lain :
Bersifat asam, apabila kertas lakmus biru berubah warna menjadi merah. Sedangkan kertas lakmus merah tetap berwarna merah.Ø
Bersifat basa, apabila kertas lakmus merah berubah warna menjadi biru, sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.Ø
Ø Bersifat netral, apabila kertas lakmus merah tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Dan kertas lakmus merah berubah warna biru, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.

Dari hasil pengamatan kami, membuktikan bahwa :
Bersifat asam,Ø
Larutan cukaØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Air jerukØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
AlkoholØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Air gulaØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Larutan NaClØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Obat tetes mataØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Larutan amoxicillinØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Air tehØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Air kopiØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Air susuØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.
Air sirihØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna merah.

Bersifat basa,Ø
Air sabunØ
Kertas lakmus biru tetap berwarna biru, sedangkan kertas lakmus merah berubah warna biru.
Air kapurØ
Kertas lakmus biru tetap berwarna biru, sedangkan kertas lakmus merah berubah warna biru.

Bersifat netral,Ø
Air sumurØ
Kertas lakmus merah tetap berwarna merah, sedangkan kertas lakmus biru berubah warna biru.

BAB VII
Penutup
01. Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan dan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.
a. Suatu larutan akan bersifat asam, bila kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Sedangkan kertas lakmus biru berubah warna menjadi merah.
b. Suatu larutan akan bersifat basa, bila kertas lakmus merah tetap berwarna biru. Sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.
c. Suatu larutan akan bersifat netral, bila :
Kertas lakmus merah serta kertas lakmus biru tetap berwarna asalnya (tidak berubah).-
Kertas lakmus merah berubah warna biru dan kertas lakmus biru berubah warna merah.-

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan, banyak senyawa asam dan basa yang ditemui dalam kehidupan kita. Asam misalnya terdapat pada makanan, minuman kaleng dan buah-buahan, sedangkan basa misalnya terdapat pada detergen, obat, dan odol.
Buah pun memiliki rasa asam karean ada senyawa asam dikandungannya, contohnya jerukyang mengandung asam sitrat. Asam sitrat berfungsi memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perubahan warna larutan jika ditetesi atau di uji dengan beberapa indikator ?
2. Bagaimana pH yang terbentuk dari penelitian atau percobaan di atas ?

C. Tujuan Masalah
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah: memperkirakan pH larutan dengan menggunakan beberapa indikator.

D. Manfaat Masalah
1) Bagi pelajar, siswa dapat mengetahui sifat larutam menggunakan kertas lakmus.
2) Bagi guru, dapat menjadikan laporan ini sebagai acuan dalam pembelajaran.
3) Bagi tenaga penyuluh, praktikum ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan siswa.
4) Bagi peneliti, praktikum ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.
BAB II
LANDASAN TEORI

Indikator asam basa adalah suatu zat yang dapat berubah warna pada keadaan Ph larutan tertentu. Jadi, perubahan warna indikator dapat menunjukkan pH larutan.
Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur pH larutan, salah satunya adalah larutan indikator. Larutan Indikator adalah asam organik lemah atau basa organik lemah yang dapat berubah warna pada rentang harga pH tertentu (James E. Brady, 1990).
Harga pH sebuah larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH indikator. Indikator memiliki trayek perubahan warna yang berbeda-beda.

1. Macam-macam Indikator+gambar (penjelasan)

• Metil Jingga
Jingga metil adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam titrasi. Pada larutan yang bersifat basa, jingga metil berwarna kuning dan strukturnya adalah:

kita mungkin berfikir bahwa ketika kita menambahkan asam, ion hidrogen akan ditangkap oleh yang bermuatan negatif oksigen. Pada faktanya, ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada ikatan rangkap nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan seperti berikut ini:

Kita memiliki kesetimbangan yang sama antara dua bentuk jingga metil seperti pada kasus lakmus – tetapi warnanya berbeda.

Pada kasus jingga metil, pada setengah tingkat dimana campuran merah dan kuning menghasilkan warna jingga terjadi pada pH 3.7 – mendekati netral.

• Metil Merah
• Bromtimol Biru
• Fenolftalein

Fenolftalein adalah senyawa organik yang mempunyai rumus C20H14O4, berbentuk padatan kristal, tidak berwarna serta larut dalam alkohol dan pelarut organik. Fenolftalein biasanya digunakan sebagai indikator asam-basa (di dalam larutan asam tidak berwarna dan di dalam larutan basa berwarna merah). Rentang perubahan yang bisa diteliti oleh fenolftalein adalah antara pH 8,2 – 10.

Setengah tingkat terjadi pada pH 10 pengukuran pH tidak dapat dilakukan lagi oleh fenolftalein. Hal ini karena pencampuran warna merah muda dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat, hal ini sulit untuk mendeteksinya dengan akurat.

• Indikator alami
Indikator alami ini berasal dari zat warna tumbuhan dengan cara mengikis bagian tumbuhan yang berwarna, kemudian dihaluskan, dan tambahkan pelarut yang sesuai(umumnya alkohol). Selanjutnya, cairannya dipisahkan melalui penyaringan.
Beberapa macam indikator alami, antara lain yaitu kunyit, kol ungu, ubi ungu, mahkota bunga (kembang sepatu, bougenvile, mawar), dan bit.

• Indikator Universal
Indikator universal adalah campuran berbagai indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya.
indikator universal dilengkapi dengan peta warna, sehingga kita bisa menentukan nilai pH zat berdasarkan warna-warna tersebut. Dengan mengetahui nilai pH maka dapat ditentukan apakah larutan bersifat asam, basa atau netral

2. Trayek perubahan warna indikator asam basa
Trayek perubahan warna indikator asam basa adalah batas-batas pH ketika indikator mengalami perubahan warna. Lakmus berwarna merah dalam larutan yang memiliki rentang pH sampai dengan5,5 dan berwarna biru dari pH sama dengan 8,0. Jadi dalam larutan yang pH-nya antara 5,5-8,0, warna lakmus adalah kombinasi dari kedua warna tersebut. Sehingga trayek perubahan warna lakmus adalah 5,5.

BAB III
PRAKTIKUM

Tujuan praktikum :
1.Memperkirakan pH larutan menggunakan beberapa indikator.
2.Untuk melatih keterampilan melakukan pengukuran pH.
3.Agar mengenal peralatan laboratorium

Alat :
1. Tabung reaksi
2. Pipet tetes
3. Indikator universal
4. Gelas ukur 100 mL
5. Silinder ukuran 50 mL
6. Rak tabung reaksi

Bahan :
1. Fenolflatein
2. Ekstrak kol
3. Bromtimol biru
4. Air sumur
5. Larutan asam asetat (cuka)
6. Air gula
7. Air kapur
8. Air jeruk

Unjuk kerja :
1. Siapkan 4 tabung reaksi yang bersih,
2. Sediakan air suling
3. Sediakn indikator PP(fenolftalein)
4. Sediakan ekstrak kol
5. Sediakan metil jingga
6. Sediakan bromtimol biru

Prosedur kerja Indikator PP(Fenolftalein):
1. Siapkan 4 tabung reaksi yan bersih.
2. Isi dengan air suling.
3. Teteskan indikator PP(Fenolftalein) ke dalam tabung reaksi.
4. Amati perubahan warnanya.
5. Catathasil pengamatan.

Prosedur kerja Ekstrak kol:
1. Siapkan 4 tabung reaksi yan bersih.
2. Isi dengan air suling.
3. Teteskan Ekstrak kol ke dalam tabung reaksi.
4. Amati perubahan warnanya.
5. Catat hasil pengamatan.

Prosedur kerja Metil jingga:
1. Siapkan 4 tabung reaksi yan bersih.
2. Isi dengan air suling.
3. Teteskan indikator Metil jingga ke dalam tabung reaksi.
4. Amati perubahan warnanya.
5. Catat hasil pengamatan.

Prosedur kerja Bromtimol biru:
1. Siapkan 4 tabung reaksi yang bersih.
2. Isi dengan air suling.
3. Teteskan Bromtimol biru ke dalam tabung reaksi.
4. Amati perubahan warnanya.
5. Catathasil pengamatan.

BAB IV

HASIL PENGAMATAN

Larutan Perubahan warna pada
Fenolftalein Ekstrak kol Ekstrak kunyit Bromtimol Biru
Air Sumur Tetap Tetap Kuning bening Biru Turquoise
Air kapur Merah muda Hijau Orange bening Biru
Larutan Cuka Tetap Merah Kuning muda Kuning
Air Gula Kuning bening Merah muda bening Putih bening Kuning Tua
Air jeruk Putih Kapur Merah muda Kuning pudar Kuning

Menurut indikator universal :

Larutan Indikator universal
Air sumur pH = 6
Air kapur pH = 13
Larutan cuka pH = 2
Air gula pH = 5
Air jeruk pH = 0

BAB V

PEMBAHASAN

Indikator untuk menentukan pH larutan ada beberapa macam, yaitu diantaranya adalah: Indikator PP(Fenolftalein), Ekstrak kol, Ekstrak kunyit(Metil Jingga), dan bromtimol biru.
Beberapa larutan yang di uji menggunakan indikator diatas menghasilkan warna yang berbeda-beda atau tidak mengalami perubahan warna.
Menurut hasil pengamatan kami,
Ø Air Sumur yang diuji menggunakan Indikator PP(Fenolftalein) tidak mengalmi perubahan warna(tetap), dan jika diuji menggunakan Ekstrak Kol juga tidak mengalami Perubahan warna. Tetapi, jika di uji menggunakan Ekstrak kunyit Air sumur akan berubah warna menjadi kuning bening, dan jika di uji menggunakan Bromtimol biru akan berubah warna menjadi Biru turquoise.
Air kapur yang diuji menggunakan IndikatorØ PP(Fenolftalein) akan berubah warna menjadi merah muda, dan jika diuji menggunakan Ekstrak Kol akan mengalami perubahan warna menjadi hijau. Jika diuji menggunakan Ekstrak Kunyit akan berubah warna menjadi Orange bening. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol biru, akan berubah warna menjadi biru.
Larutan cuka yang diuji menggunakan indikatorØ PP(Fenolftalein) tidak mengalami perubahan warna, dan jika diuji menggunakan Ekstrak kol akan berubah warna menjadi merah. Tetapi jika diuji Menggunakan Ekstrak kunyit akan berubah warna menjadi kuning muda. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol biru akan berubah warna menjadi kuning.
Air Gula yang diuji menggnakan indikator PPØ (fenolftalein) akan berubah warna menjadi kuning bening, dan jika diuji menggunakan Ekstrak kol wananya akan berub ah warna menjadi Merah muda bening. Jika air gula diuji menggunakan Ekstrak kunyit warnanya akan berubah menjadi pui bening. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol Biru warnanya akan berubah warna menjadi kuning tua.
Air Jeruk yangØ diuji menggunakan Indikator PP(Fenolftalein) warnanya akan berubah warna menjadi Putih kapur, dan jika diuji menggunakan Ekstrak kol, warnanya akan menjadi merah muda, Jika diuji menggunakan Ekstrak kunyit akan berubah warna menjadi Kuning pudar. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol biru warna air jeruk akan berubah menjadi Kuning.

BAB VI

KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah kita lakukan, kita dapat simpulkan bahwa :
Sebuah larutan dapat diperkirakan pH-nya dengan menngunakan beberapa indikator, kita dapat mengetahui pH-nya berdasarkan perubahan warna yang terjadi pada larutan tersebut. Contohnya,
1. Air sumur yang diuji menggunakan Indikator PP(Fenolftalein) tidak mengalmi perubahan warna(tetap), dan jika diuji menggunakan Ekstrak Kol juga tidak mengalami Perubahan warna. Tetapi, jika di uji menggunakan Ekstrak kunyit Air sumur akan berubah warna menjadi kuning bening, dan jika di uji menggunakan Bromtimol biru akan berubah warna menjadi Biru turquoise.
2. Air kapur yang diuji menggunakan Indikator PP(Fenolftalein) akan berubah warna menjadi merah muda, dan jika diuji menggunakan Ekstrak Kol akan mengalami perubahan warna menjadi hijau. Jika diuji menggunakan Ekstrak Kunyit akan berubah warna menjadi Orange bening. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol biru, akan berubah warna menjadi biru.
3. Larutan cuka yang diuji menggunakan indikator PP(Fenolftalein) tidak mengalami perubahan warna, dan jika diuji menggunakan Ekstrak kol akan berubah warna menjadi merah. Tetapi jika diuji Menggunakan Ekstrak kunyit akan berubah warna menjadi kuning muda. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol biru akan berubah warna menjadi kuning.
4. Air Gula yang diuji menggnakan indikator PP (fenolftalein) akan berubah warna menjadi kuning bening, dan jika diuji menggunakan Ekstrak kol wananya akan berub ah warna menjadi Merah muda bening. Jika air gula diuji menggunakan Ekstrak kunyit warnanya akan berubah menjadi pui bening. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol Biru warnanya akan berubah warna menjadi kuning tua.
5. Air Jeruk yang diuji menggunakan Indikator PP(Fenolftalein) warnanya akan berubah warna menjadi Putih kapur, dan jika diuji menggunakan Ekstrak kol, warnanya akan menjadi merah muda, Jika diuji menggunakan Ekstrak kunyit akan berubah warna menjadi Kuning pudar. Serta jika diuji menggunakan Bromtimol biru warna air jeruk akan berubah menjadi Kuning.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan asam pada makanan atau minuman yang kita cicipi, bukan ? Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam.
Senyawa asam banyak ditemui dalam kehidupan kita. Asam terdapat pada makanan, minuman kaleng, dan buah-buahan. Buah-buahan memiliki rasa asam karena adanya senyawa asam yang dikandungnya.

B. Rumusan masalah

C. Tujuan Masalah
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah:

D. Manfaat Penelitian
Praktikum ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1. Bagi pelajar, siswa dapat mengetahui sifat larutam menggunakan kertas lakmus.
2. Bagi guru, dapat menjadikan laporan ini sebagai acuan dalam pembelajaran.
3. Bagi tenaga penyuluh, praktikum ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan siswa.
4. Bagi peneliti, praktikum ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan

BAB II
LANDASAN TEORI

Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam; walaupun demikian, mencicipi rasa asam, terutama asam pekat, dapat berbahaya dan tidak dianjurkan.

1. Definisi asam

Istilah “asam” merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Säure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus. Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis.
Ø Arrhenius : Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.

Ø Bronsted-Lowry : Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Brønsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini, yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi Arrhenius).

Lewis : MenurutØ definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. Definisi yang dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan, seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul. Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan

Walaupun bukan merupakan teori yang paling luas cakupannya, definisi Brønsted-Lowry merupakan definisi yang paling umum digunakan. Dalam definisi ini, keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion hidronium dan basa konjugat terlarutnya ketika senyawa tersebut telah memberi proton ke dalam larutan tempat asam itu berada. Stabilitas basa konjugat yang lebih tinggi menunjukkan keasaman senyawa bersangkutan yang lebih tinggi.
Sistem asam/basa berbeda dengan reaksi redoks; tak ada perubahan bilangan oksidasi dalam reaksi asam-basa.

2. Sifat-sifat
Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
• Rasa: masam ketika dilarutkan dalam air.
• Sentuhan: asam terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat.
• Kereaktifan: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.
• Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan elektrolit.

3. Kekuatan Asam
Kekuatan asam berguna untuk mempertimbangkan reaksi asam-basa sebagai suatu kompetisi terhadap proton. Dari sudut pandang ini dapat disusun asam berdasarkan kekuatan relatifnya. Asam yang lebih kuat adalah asam yang melepaskan protonnya lebih mudah daripada asam lainnya. Hal ini serupa, basa kuat adalah basa yang dapat menarik proton lebih kuat dari yang lainnya.
Suatu asam dikatakan kuat apabila terionisasi sempurna di dalam air. kekuatan asam bergantung pada bagaimana proton H+ secara mudah dari ikatan H–X dalam spesi asam.
Umumnya reaksi asam berlangsung ke arah pembentukan asam lemah

Asam kuatØ
Ketika asam dilarutkan dalam air, sebuah proton (ion hidrogen) ditransferkan ke molekul air untuk menghasilkan ion hidroksonium dan sebuah ion negatif tergantung pada asam yang anda pakai.(definisi Lowry)
Pada kasus yang umum

Reaksi tersebut reversibel, tetapi pada beberapa kasus, asam sangat baik pada saat memberikan ion hidrogen yang dapat kita fikirkan bahwa reaksi berjalan satu arah. Asam 100% terionisasi.
Sebagai contoh, ketika hidrogen klorida dilarutkan dalam air untuk menghasilkan hidrogen klorida, sangat sedikit sekali terjadi reaksi kebalikan yang dapat kita tulis:

Pada tiap saat, sebenarnya 100% hidrogen klorida akan bereaksi untuk menghasilkan ion hidroksonium dan ion klorida. Hidrogen klorida digambarkan sebagai asam kuat.
Asam kuat adalah asam yang terionisasi 100% dalam larutan.
Asam kuat lain yang biasa diperoleh adalah asam sulfat dan asam nitrat.
Kita barangkali menemukan suatu persamaan untuk ionisasi yang dituliskan melalui sebuah bentuk yang disederhanakan:

Persamaan ini menunjukkan hidrogen klorida terlarut dalam air yang terpisah untuk memberikan ion hidrogen dalam larutan dan ion klorida dalam larutan.
Versi ini sering digunakan dalam pekerjaan ini hanya untuk menjadikan sesuatu terlihat lebih mudah. Jika anda menggunakannya, harus diingat bahwa air memang benar-benar terlibat, dan ketika anda menuliskan H+(aq) yang kita maksudkan sebenarnya adalah ion hidroksonium, H3O+.
Asam kuat dan pH.Ø
pH adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen dalam larutan. Asam kuat seperti asam hidroklorida pada konsentrasi seperti yang sering anda gunakan di lab memiliki pH berkisar antara 0 sampai 1. pH yang lebih rendah, konsentrasi ion hidrogen lebih tinggi dalam larutan.
Penentuan pH asam kuatØ
Jika kita menentukan pH dari 0.1 mol dm-3 asam klorida. Yang kita perlukan untuk melakukannya adalah menentukan konsentrasi ion hidrogen dalam larutan terlebih dahulu, dan kemudian mengubahnya menjadi bentuk pH dengan menggunakan kalkulator.
Dengan menggunakan asam kuat hal ini sangatlah mudah.
Asam hidroklorida adalah asam kuat – terionisasi 100%. Tiap mol HCl bereaksi dengan air untuk menghasilkan 1 mol ion hidrogen dan 1 mol ion klorida.
Hal ini berarti bahwa jika konsentrasi asam adalah 0.1 mol dm-3, maka konsentrasi ion hidrogen juga 0.1 mol dm-3.
Gunakan kalkulator untuk mengubahnya ke dalam bentuk pH. Kalkulator menginginkan untuk menekan 0.1, dam kemudian tekan tombol “log”. Kita mungkin melakukannya dalam bentuk yang berbeda.
log10 [0.1] = -1
Tetapi pH = – log10 [0.1]
– (-1) = 1
pH asam adalah 1

Asam lemahØ
Asam lemah adalah salah satu yang tidak terionisasi seluruhnya ketika asam lemah tersebut dilarutkan dalam air.
Asam etanoat (asam asetat) adalah asam lemah yang khas. Asam etanoat bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat, tetapi reaksi kebalikannya lebih baik dibandingkan dengan reaksi ke arah depan. Ion bereaksi dengan sangat mudah untuk membentuk kembali asam dan air.
Ka ditulis berbeda jika anda menuliskannya dari versi reaksi kesetimbangan yang disederhanakan:

CONTOH:

Ungkapan Ka adalah:

Jika anda menggunakan kesetimbangan dengan versi yang lebih sederhana

ungkapan Ka adalah:

Tabel menunjukkan beberapa harga Ka untuk beberapa asam yang sederhana:

asam Ka (mol dm-3)
asam hidrofluorida 5.6 x 10-4
asam metanoat 1.6 x 10-4
asam etanoat 1.7 x 10-5
hidrogen sulfida 8.9 x 10-8
Semuanya adalah asam lemah karena harga Ka sangat kecil. Asam-asam tersebut diurutkan seiring dengan penurunan kekuatan asam – harga Ka yang diperoleh lebih kecil seiring dengan menurunnya urutan pada tabel.
Meskipun demikian, jika anda sangat tidak menyukai bilangannya, bilangan tersebut tidaklah nyata. Karena bilangan terdiri dari dua bagian, terlalu banyak untuk membicarakannya dengan cepat!
Untuk menghindari hal ini, bilangan tersebut seringkali diubah ke dalam sesuatu yang baru, bentuk yang lebih mudah, disebut pKa.
Pengantar untuk pKa
pKa memuat dengan tepat hubungan yang sama untuk Ka sebagaimana pH digunakan untuk menunjukkan konsentrasi ion hidrogen:

Jika anda menggunakan kalkuator anda pada seluruh harga Ka pada tabel di atas dan mengubahnya menjadi harga pKa anda akan memperoleh:

asam Ka (mol dm-3) pKa
asam hidrofluorida 5.6 x 10-4 3.3
asam metanoat 1.6 x 10-4 3.8
asam etanoat 1.7 x 10-5 4.8
hidrogen sulfida 8.9 x 10-8 7.1
Dengan catatan bahwa asam yang lebih lemah, memiliki harga pKa yang lebih besar. Sekarang sangat mudah untuk melihat bahwa kecenderungan mengarah pada asam yang lebih lemah seiring dengan menurunya posisi asam pada tabel.
ngatlah:
• Harga pKa lebih rendah, asam lebih kuat.
Harga pKa lebih tinggi, asam lebih lemah.

4. Penggunaan asam
Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut “pengawetasaman” (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis; misalnya, asam sulfat sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan bensin.

BAB III
PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum:
Mengamati konsentrasi ion H+ larutan asam dan pengaruh pengenceran terhadap konsentrasi ion H+ tersebut.

Alat:
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Pipet tetes
4. Gelas kimia 100 mL
5. Silinder ukuran 50 mL
Bahan:
1. Larutan asam klorida (HCl)
2. Larutan asam cuka (CH3COOH)
3. Akuades
4. Kertas indicator universal

Prosedur Pengenceran larutan HCl 0,1 M
1. Ambil 3 buah tabung reaksi yang bersih dan kering
2. Isi tabung reaksi pertama dengan 10 mL larutan HCl 0,1 M.
3. Kemudian ambil 5 Ml larutan HCl 0,1 M dari tabung pertama.
4. Masukkan ke dalam tabung reaksi kedua dengan 5 Ml larutan HCl 0,1 M tersebut ke dalam tabung reaksi kedua
5. Tambahkan air hingga volume menjadi 50 mL, sehingga diperoleh larutan HCl 0,01 M.
6. Tentukan pH tiap larutan dengan menggunakan indicator universal
7. Catat hasilnya

Prosedur Pengenceran larutan HCl 0.01 M
1. Ambil 5 Ml larutan HCl 0,01 M dari tabung reaksi kedua
2. Masukkan ke dalam tabung reaksi kedua dengan 5 Ml larutan HCl 0,01 M tersebut ke dalam tabung reaksi ketiga
3. Tambahkan air hingga volume menjadi 50 mL, sehingga diperoleh larutan HCl 0,001 M
4. Tentukan pH tiap larutan dengan menggunakan indicator universal
5. Catat hasilnya.

Prosedur Pengenceran larutan Asam Asetat (CH3COOH) 0,1 M
1. Ambil 3 buah tabung reaksi yang bersih dan kering
2. Isi tabung reaksi pertama dengan 10 mL larutan (CH3COOH) 0,1 M.
3. Kemudian ambil 5 Ml larutan (CH3COOH) 0,1 M dari tabung pertama.
4. Masukkan ke dalam tabung reaksi kedua dengan 5 Ml larutan (CH3COOH) 0,1 M tersebut ke dalam tabung reaksi kedua
5. Tambahkan air hingga volume menjadi 50 mL, sehingga diperoleh larutan (CH3COOH) 0,01 M
6. Tentukan pH tiap larutan dengan menggunakan indicator universal
7. Catat hasilnya

Prosedur Pengenceran larutan (CH3COOH) 0.01 M
1. Ambil 5 Ml larutan (CH3COOH) 0,01 M dari tabung reaksi kedua.
2. Masukkan ke dalam tabung reaksi kedua dengan 5 Ml larutan (CH3COOH) 0,01 M tersebut ke dalam tabung reaksi ketiga.
3. Tambahkan air hingga volume menjadi 50 mL, sehingga diperoleh larutan (CH3COOH) 0,001 M.
4. Tentukan pH tiap larutan dengan menggunakan indicator universal.
5. Catat hasilnya.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN

TABEL PENGAMATAN PENGENCERAN
Nomor tabung Konsentrasi Asam (M) Ph larutan

Nomor Tabung Konsentrasi asam (M) pH Larutan
CH3COOH
1 0,1 2
2 0,01 3
3 0,001 4

Jadi, dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Semakin lemah konsentrasi asam, maka semakin besar pHnya.

BAB V
PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan kelompok kami, berdasarkan uji coba yang telah dilakukan asam makin kuat jika harga dari ka makin besar. Dan asam akan menjadi semakin lemah jika harga suatu ka semakin kecil. Serta, Semakin lemah konsentrasi asam maka semakin besar pHnya.
Dan berdasarkan dari hasil pengamatan untuk menentukan harga pH dari larutan yang memiliki konsentrasi asam yang berbeda-beda dengan menggunakan indikator universal diperoleh hasil berupa:
1. pH = 2, bila [H+] = 0,1
2. pH = 3, bila [H+] = 0,01
3. pH = 4, bila [H+] = 0,001

BAB VI
PENUTUP

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Basa secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih besar dari 7. Dalam definisi modern, basa adalah suatu zat yang dapat menerima elektron (ion OH-) kepada zat lain (yang disebut asam), atau dapat menerima pasangan proton bebas dari suatu asam. Suatu basa bereaksi dengan suatu asam dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh pengenceran terhadap konsentrasi ion H+ ?
2. bagaimana pengaruh konsentrasi ion H+ terhadap pH larutan ?

C. Tujuan

D. Manfaat Penelitian
Praktikum ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1. Bagi pelajar, siswa dapat mengetahui sifat larutam menggunakan kertas lakmus.
2. Bagi guru, dapat menjadikan laporan ini sebagai acuan dalam pembelajaran.
3. Bagi tenaga penyuluh, praktikum ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan siswa.
4. Bagi peneliti, praktikum ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan

BAB II
LANDASAN TEORI

Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam, dapat dirumuskan sebagai M(OH)x, dan dalam air mengion sebagai berikut.
M(OH)x(aq) Mx+(aq) + xOH-(aq)
Jumlah ion OH- yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa.
Meskipun tidak mempunyai gugus hidroksida, larutan amoniak (NH3) ternyata bersifat basa. Hal itu terjadi karena NH3 bereaksi dengan air (mengalami hidrolisis) membentuk ion OH- sebagai berikut.
NH3(aq) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq)
Untuk menun jukkan sifat basanya, larutan NH3 sering ditulis sebagai NH4OH.
Kekuatan suatu zat ditentukan oleh derajat ionisasi (α) zat tersebut yang dapat dinyatakan dengan ketetapan kesetimbangan basa (Kb). Harga kesetimbangan basa merupakan ukuran kekuatan basa, yaitu bila basa makin kuat, maka harga Kb makin besar, sedangkan bila basa makin lemah maka harga Kb makin kecil.
Teori asam-basa BrØnsted – Lowry, basa adalah zat yang mampu menerima proton [H+] (akseptor proton).

BAB III
PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum:
Mengamati konsentrasi ion OH- larutan basa dengan pengaruh pengenceran terhadap konsentrasi ion OH- tersebut.

Alat Praktikum:
Tabung reksi
Rak tabung reaksi
Pipet tetes
Gelas kimia 100ml
Silinder 50ml

Bahan Praktikum:
Larutan NaOH
Larutan NH3
Akuades
Kertas indikator universal

Unjuk Kerja:
1. Sediakan 3 buah tabung reaksi yang bersih dan kering.
2. Sediakan alat
3. Sediakan larutan NaOH 0,1 M
4. Sediakan air aquades.
5. Sediakan kertas indikator universal.

Prosedur kerja:
Prosedur Pengenceran larutan NaOH 0,1 M
1. Ambil 3 buah tabung reaksi yang bersih dan kering
2. Isi tabung reaksi pertama dengan 10 mL larutan NaOH 0,1 M.
3. Kemudian ambil 5 mL larutan NaOH 0,1 M dari tabung pertama.
4. Masukkan ke dalam tabung reaksi kedua dengan 5 mL larutan 0,1 M tersebut ke dalam tabung reaksi kedua
5. Tambahkan air hingga volume menjadi 50 mL, sehingga diperoleh larutan NaOH 0,01 M
6. Tentukan pH tiap larutan dengan menggunakan indikator universal
7. Catat hasilnya.

Prosedur Pengenceran larutan NaOH 0.01 M
1. Ambil 5 mL larutan NaOH 0,01 M dari tabung reaksi kedua
2. Masukkan ke dalam tabung reaksi kedua dengan 5 mL larutan NaOH 0,01 M tersebut ke dalam tabung reaksi ketiga
3. Tambahkan air hingga volume menjadi 50 mL, sehingga diperoleh larutan NaOH 0,001 M
4. Tentukan pH tiap larutan dengan menggunakan indikator universal
5. Catat hasilnya

BAB II
LANDASAN TEORI

Reaksi Penetralan asam-Basa dapat digunakan untuk menentukan Kadar(Konsentrasi) berbagai jenis larutan, Khususnya yang terkait dengan reaksi asam-basa. Kadar larutan aam ditentukan dengan mengunakan larutan basa yang telah diketahui Kadarnya. Demikian pula sebaliknya, kadar larutan basa ditentukan dengan mengguakan larutan asam yang diketahui kadarnya. Proses penentuan kadar larutan dengan caraini disebut titrasi asam-basa.
Totrasi adalah suatu metode analisis kuantitatif dengan tujuan menentukan konsentrasi asam atau basa yang diketahui volumenya dengan menambahkan larutan baku basa atau asam yangsudah diketahui konsentrasinya dan volumenya sampai campuran menjadi netral. Dicirikan oleh warna indikator fenolftalein menjadi warna merah muda.

Salah satu kegunaan reaksi netralisasi adalah untuk menentukan konsesntrasi asam atau basa yang tidak diketahui. Penentuan konsentrasi ini dilakukan dengan titrasi asam-basa. Titrasi adalah cara penentuan konsentrasi suatu larutan dengan volume tertentu dengan menggunakan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya dan mengukur volumenya secara pasti. Bila titrasi menyangkut titrasi asam-basa maka disebut dengan titrasi adisi-alkalimetri. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut dengan titran. Titran ditambahkan sedikit demi sedikit (dari dalam buret) pada titrat (larutan yang dititrasi) sampai terjadi perubahan warna indikator. Saat terjadi perubahan warna indikator, maka titrasi dihentikan. Saat terjadi perubahan warna indikator dan titrasi diakhiri disebut dengan titik akhir titrasi dan diharapkan titik akhir titrasi sama dengan titik ekivalen. Semakin jauh titik akhir titrasi dengan titik ekivalen maka semakin besar kesalahan titrasi dan oleh karena itu, pemilihan indikator menjadi sangat penting agar warna indikator berubah saat titik ekivalen tercapai. Pada saat tercapai titik ekivalen maka pH-nya 7 (netral).

BAB III
PRAKTIKUM

Tujuan :
Mengetahui konsentrasi larutan asam yang belum diketahui, dengan cara menambahkan larutan basa.

Alat :
1. Buret dan statif
2. Labu erlenmeyer
3. Pipet volumetric
4. Gelas kimia
5. Corong
6. Labu reaksi
7. Pipet tetes

Bahan :
1. Larutan NaOH 0,1 M
2. Larutan HCL 1 M
3. Cuka (CH3COOH)
4. Air (H2O)
5. Indikator Fenolflatein (PP)

Cara kerja :
1. Siapkan alat serta bahan bahannya.
2. Rancanglah alat titrasi seperti Buret, statif, klem, sehingga tercipta alat yang siap untuk digunakan.
3. Siapkan NaOH 0,1 M secukupnya.
4. Sediakan larutan HCl 1 M sebanyak 20 mL.
5. Siapkan larutan Cuka Sampel (CH3COOH).
6. Siapkan Indikator (pp) seperlunya.

Prosedur Titrasi HCl :
1. Cuci buret dengan cara mengalirkan air bersih pada buret.
2. Masukan larutan NaOH ke dalam buret dengan corong.
3. Ukur larutan HCl dengan gelas ukur sebanyak 20 ml dan memasukanya kedalam labu Erlenmeyer.
4. Menetesi Indikator fenolflatein (PP) 2-3 tetes dengan pipet tetes.
5. Baca skala Buret Awal.
6. Letakkan labu yang akan dititrasi.
7. Buka kran pada buret secara perlahan sampai titran NaOH keluar.
8. Guncangkan selalu labu Erlenmeyer agar zat titran Bercampur dengan HCl sehingga menjadi zat titrat.
9. Setelah warna ada sedikit perubahan, mengurangi laju dari zat titran.
10. Usahakan agar warna dari zat titrat semuda mungkin.
11. Setelah tercapai warna merah yang muda, hentikan titrasi.
12. Baca skala Buret Akhir.
13. Catat hasil kegiatan.

Prosedur Titrasi Cuka Sampel :
1. Cuci buret dengan mengalirkan air pada buret.
2. Ambil larutan cuka sample sebanyak 20 ml menggunakan gelas ukur.
3. Masukan larutan cuka sample ke-dalam labu reaksi.
4. Tambahkan aquadest atau air sampai dengan batas dari labu reaksi.
5. Guncangkan labu reaksi agar tercampunya larutan cuka sample dengan air.
6. Tuangkan larutan cuka sample yang telah diencerkan kedalam beker gelas.
7. Masukan larutan NaOH kedalam buret dengan corong.
8. Ukurlah larutan Cuka sample yang diencerkan dengan gelas ukur sebanyak 10 ml dan memasukanya kedalam labu Erlenmeyer.
9. Teteskan Indikator PP 2-3 tetes.
10. Baca skala Buret Awal.
11. Letakan labu yang akan dititrasi.
12. Buka kran pada buret secara perlahan sampai titran NaOH keluar.
13. Guncangkan selalu labu Erlenmeyer agar zat titran Bercampur dengan Cuka sample sehingga menjadi zat titrat.
14. Setelah warna ada sedikit perubahan, mengurangi laju dari zat titran.
15. Usahakan agar warna dari zat titrat semuda mungkin.
16. Setelah tercapai warna merah yang muda, hentikan titrasi.
17. Baca skala Buret Akhir.
18. Catat hasil kegiatan.

Dari seluruh kegiatan penggunaan alat untuk melakukan percobaan dangan zat yang berbeda saya selalu melakukan pencucian secara bersih agar zat lain tidak terkontaminasi atau bereaksi.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN

Larutan Warna indikator
Sebelum titrasi Setelah titrasi
HCl Bening Merah muda
Asam Cuka (CH3COOH) Bening Merah muda

Jadi,
Volume NaOH yang digunakan untuk menitrasi HCl = 29,2 mL
Volume NaOH yang digunakan untuk menitrasi CH3COOH = 24,2 mL

BAB V
PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan kami, warna indikator larutan HCl sebelum titrasi berwarna bening, dan setelah titrasi, larutan HCl berubah warna menjadi merah muda. Warna indikator larutan asam cuka (CH3COOH) sebelum titrasi berwarna bening, dan setelah titrasi, larutan berubah warna menjadi merah muda.

Berdasarkan percoban di atas kita dapat menghitung konsentrasi larutan Hcl dan CH3COOH.
1. Konsentrasi Hcl
V1.M1 = V2.M2
20(0,1)=29,2.M2
2 =29,2M2
M2 = 0,068

2. Konsentrasi CH3COOH
V1.M1 = V2.M2
20(0,1)=24,2.M2
2 =24,2M2
M2 =0,082

SUMBER : khasiat-tanaman-obat-herbal.blogspot.com

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIKA-KERAPATAN DAN BERAT JENIS

Tinggalkan komentar

I. JUDUL

“KERAPATAN DAN BERAT JENIS SUATU ZAT”

II. TUJUAN

Menentukan kerapatan dan berat jenis beberapa sample suatu zat yaitu alkohol absolute (96%), alkohol 70%, alkohol 50,%, aseton dan kloroform menggunakan piknometer.

III. DASAR TEORI                                                                                                                        

Berat jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat disbanding dengan volume zat pada suhu tertentu (biasanya 25o C). kerapatan (specific gravity) adalah perbandingan antara bobot jenis suatu zat pada suhu tertentu (biasanya dinyatakan sebagai 25o /25o, 25o/4o, 4o,4o). Untuk bidang farmasi biasanya 25o/25o.

Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi, penetapan berat jenis digunakan hanya untuk cairan, dan kecuali dinyatakan lain, didasarkan pada perbandingan berat zat di udara pada suhu 250 terhadap berat air dengan volume dan suhu yang sama. Bila suhu ditetapkan dalam monografi, berat jenis adalah perbandingan berat zat di udara pada suhu yang ditetapkan terhadap berat air dengan volume dan suhu yang sama. Bila pada suhu 250C zat berbentuk padat, tetapkan berat jenis pada suhu yang telah tertera pada masing-masing monografi, dan mengacu pada air  yang tetap pada suhu 250C.

Menurut defenisi, Kerapatan adalah perbandingan yang dinyatakan dalam desimal, dari berat suatu zat terhadap berat dari standar dalam volume yang sama kedua zat mempunyai temperature yang sama atau temperature yang telah diketahui dan dinyatakan dalam sistem cgs dalam gram  per sentimeter kubik ( g / cm3 = g / ml ) dan dalam satuan SI kilogram per  meter kubik ( kg / m3 )

massa ( gram )

ρ =                                           = gram. cm-3 = M L-3

            volume ( cm3 )

Air digunakan untuk standar untuk zat cair dan padat, hydrogen atau udara untuk gas. Dalam farmasi, perhitungan berat jenis terutama menyangkut cairan, zat padat dan air merupakan pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai standar karena mudah didapat dan mudah dimurnikan.

Berbeda dengan kerapatan, berat jenis adalah bilangan murni atau tanpa dimensi, yang dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok.

          ρ zat

d =

          ρ air

 

Berat jenis untuk penggunaan praktis lebih sering didefinisikan sebagai perbandingan massa dari suatu zat terhadap massa sejumlah volume air pada suhu 40C atau temperatur lain yang telah ditentukan.                                                                 Pengujian kerapatan dilakukan untuk menentukan 3 macam kerapatan jenis yaitu :

  1. Kerapatan sejati

Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk rongga yang terbuka dan  tertutup.

  1. Kerapatan nyata

Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk pori/lubang terbuka, tetapi termasuk pori yang tertutup.

  1. Kerapatan efektif

Massa parikel dibagi volume partikel termausk pori yang tebuka dan tertutup.

Seperti titik lebur, titik didih atau indeks bias (bilangan bias). Kerapatan relatif merupakan besaran spesifik zat. Besaran ini dapat digunakan untuk pemeriksan  konsentrasi dan kemurniaan senyawa aktif, senyawa bantu dan sediaan farmasi.

Metode penentuan untuk cairan :

Metode Piknometer. Prinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan ruang, yang ditempati cairan ini. Untuk ini dibutuhkan wadah untuk menimbang yang dinamakan piknometer. Ketelitian metode piknometer akan bertambah hingga mencapai keoptimuman tertentu dengan bertambahnya volume piknometer. Keoptimuman ini terletak pada sekitar isi ruang 30 ml.

Metode Neraca Hidrostatik. Metode ini berdasarkan hukum Archimedes yaitu suatu benda yang dicelupkan ke dalam cairan akan kehilangan massa sebesar berat volume cairan yang terdesak.

Metode Neraca Mohr-Westphal. Benda dari kaca dibenamkan tergantung pada balok timbangan yang ditoreh menjadi 10 bagian sama dan disitimbangkan dengan bobot lawan. Keuntungan penentuan kerapatan dengan neraca Mohr-Westphal adalah penggunan waktu yang singkat dan mudah dlaksanakan.

Metode areometer. Penentuan kerapatan dengan areometer berskala (timbangan benam, sumbu) didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas tercelup yang sepihak diberati dan pada kedua ujung ditutup dengan pelelehan.

IV. ALAT

  1. Neraca elektrik
  2. Piknometer
  3. Termometer ruang
  4. Pipet tetes
  5. Tissue
  6. Waterbath
  7. Cawan penguap

V. BAHAN

  1. Aquadest
  2. Alkohol absolute 96%
  3. Alkohol 70 %
  4. Alkohol 50 %
  5. Aseton
  6. Kloroform
  7. Cera alba

VI. CARA KERJA

  1. Menentukan volume piknometer pada suhu percobaan
    1. Menimbang dengan teliti piknometer kosong dalam keadaan bersih dan kosong
    2. Piknometer yang telah diisi dengan aquadest sehingga penuh lalu direndam dalam air es sehingga suhunya mencapai kira-kira 2º di bawah suhu percobaan
    3. Piknometer ditutup dan biarkan pipa kapilernya terbuka sehingga suhunya akan naik sampai suhu percobaan.Setelah itu pipa kapilernya ditutup dengan sedikit cera alba
    4. Membiarkan suhu aquadest dalam piknometer sampai mencapai suhu kamar setelah itu usap air yang menempel dengan menggunakan tissue lalu menimbang piknometer dengan te liti
    5. Melihat tabel untuk mengetahui berapa kerapatan aquadest pada suhu percobaan
    6. Menghitung :

Bobot piknometer + air           :  A..gram

Bobot piknometer kosong       :  B..gram          –

Bobot aquadest                       :  C..gram

Kerapatan aquadest pada suhu percobaan (lihat tabel) : ρ aquadest

                                                                                         C ( gram )

Mencari volume piknometer =  

                                                           ρ aquadest ( gram / ml -1 )

=  VP  ml

  1. Menentukan kerapatan dan bobot jenis zat cair ( alkohol  absolute 96%, alkohol 70%, alkohol 50%, aseton dan kloroform )
  1. Bersihkan piknometer  sampai kering  lalu diisi penuh dengan sampel misalnya diisi dengan  alkohol 70%, kalau  sudah  penuh  tutup sampai airnya tumpah keluar,cairan yang menempel tersebut diusap dengan tissue sampai kering, lalu timbang dengan teliti meggunakan neraca elektrik, misal bobot alkohol 70% yang ditimbang adalah : D gram
  2. Bobot piknometer kosong yang sudah diketahui dimisalkan : B gram
  3. Volume piknometer yang sudah diketahui dimisalkan : Vp ml
  4. Melihat tabel untuk mengetahui berapa kerapatan aquadest tersebut setelah diketahui suhu percobaanya
  5. Setelah kerapatan aquadest diketahui kemudian menghitung kerapatan dari sample tersebut, misalnya alkohol 70%, dihitung dengan cara :

                             D – B ( gram)

                                           ρ   =

                                                           Vp ( ml )

= ……… gram. ml-1

 

  1. Setelah kerapatan alkohol 70% sudah dicari kemudian kita dapat menghitung berat jenis alkohol 70% tersebut dengan cara :

                      ρ alkohol 70%

            d =

                      ρ aquadest

  1. Dengan cara yang sama seperti diatas kita dapat menentukan kerapatan dan berat jenis sampel-sampel yang lain misalnya alkohol absolute 96%, alkohol 50 %, aseton dan kloroform

VII. HASIL PRAKTIKUM

  • Data pengukuran bobot jenis beberapa macam sampel percobaan

 

No

Sampel

Berat piknometer kosong ( gram )

Berat piknometer + sampel ( gram )

1

Aquadest

29,664

80,176

2

Alkohol absolute 96%

29,664

70,645

3

Alkohol 70%

29,664

74,472

4

Alkohol 50%

29,664

76,402

5

Aseton

29,664

69,393

6

Kloroform

29,664

104,184

*Kerapatan aquadest pada saat suhu percobaan (lihat tabel) :  ρ aquadest

Tº   31,5º C = 0,995184

  • Perhiitungan

Diketahui :       ρ =  berat piknometer+sampel – berat piknometer kosong

                                                             volume piknometer  

             ρ sampel

               d =

            ρ aquadest

Ditanyakan :   

  1. volume piknometer (Vp)
  2. ρ Alkohol absolute 96%   &  d  Alkohol absolute 96%
  3. ρ Alkohol 70%                &  d  Alkohol 70%
  4. ρ Alkohol 50%                &  d  Alkohol 50%
  5. ρ Aseton                        &  d  Aseton
  6. ρ Kloroform                   &  d  Kloroform

Jawab  :

  1. volume piknometer (Vp)

Bobot piknometer + air     :  80,176 gram

Bobot piknometer kosong :  29,664 gram          –

Bobot aquadest                 :  50,512 gram

Kerapatan aquadest pada suhu percobaan (lihat tabel) :

ρ aquadest =  Tº   31,5º C = 0,995184

                                                                                        50,512   ( gram )

Volume piknometer =  

                                                               0,995184( gram / ml -1 )

VP  =  50,7564 ml

  1. Alkohol absolute 96 %

70,645 g –  29,664 g

–           ρ Alkohol absolute 96%   =                                           =  0,8074 gram.ml-1

50,7564

0,8074

–          d =                               = 0,8113

0,995184

  1. Alkohol 70%

74,472 g – 29,664 g

–           ρ Alkohol 70%                   =                                                           =   0,8828 gram.ml-1

50,7564

0,8828

–          d =                               = 0,8870

0,995184

  1. Alkohol 50%

76,402 g – 29,664 g

–          ρ Alkohol 50%                    =                                                           =   0,9208 gram.ml-1

50,7564

0,9208

–          d =                               = 0, 9252

0,995184

  1. Aseton

69,393 g – 29,664 g

–          ρ Aseton                                  =                                                                         =   0,7827 gram.ml-1

50,7564

0,7827

–          d =                               = 0, 7865

0,995184

  1. Kloroform

104,184 g – 29,664 g

–          ρ Kloroform                              =                                                                     =   1,4682 gram.ml-1

50,7564

1,4682

–          d =                               = 1,4753

0,995184

  • Grafik

\s

 

 

 

VIII. PEMBAHASAN

Berat jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan  volume zat pada suhu tertentu (biasanya pada suhu 25ºC), sedangkan rapat jenis (specific gravity) adalah perbandingan antara bobot zat pada suhu tertentu ( dalam bidang farmasi biasanya digunakan 25º/25º).  Berat jenis didefenisikan sebagai perbandingan kerapatan suatu zat terhadap kerapatan air. Harga kedua zat itu ditentukan pada temperatur yang sama, jika dengan tidak cara lain yang khusus. Oleh karena itu, dilihat dari defenisinya, istilah berat jenis sangat lemah. Akan lebih cocok apabila dikatakan sebagai kerapatan relatif. Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Air murni bermassa jenis 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³. Berat jenis merupakan bilangan murni tanpa dimensi (Berat jenis tidak memiliki satuan), dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok.

Dalam bidang farmasi kerapatan dan berat jenis suatu zat atau cairan digunakan sebagai salah satu metode analisis yang berperan dalam menentukan senyawa cair, digunakan pula untuk uji identitas dan kemurnian dari senyawa obat terutama dalam bentuk cairan, serta dapat pula diketahui tingkat kelarutan/daya larut suatu zat. alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu piknometer. Piknometer digunakan untuk mencari bobot jenis dan hidrometer digunakan untuk mencari rapat jenis. Piknometer biasanya terbuat dari kaca untuk erlenmeyer kecil dengan kapasitas antara 10ml-50ml..

Untuk melakukan percobaan penetapan bobot jenis, piknometer dibersihkan dengan menggunakan aquadest, kemudian dibilas dengan alkohol untuk mempercepat pengeringan piknometer kosong tadi. Pembilasan dilakukan untuk menghilangkan sisa dari permbersihan, karena biasanya pencucian meninggalkan tetesan pada dinding alat yang dibersihkan, sehinggga dapat mempengaruhi hasil penimbangan piknometer kosong, yang akhirnya juga mempengaruhi nilai bobot jenis sampel. Pemakaian alkohol sebagai pembilas memiliki sifat-sifat yang baik seperti mudah mengalir, mudah menguap dan bersifat antiseptikum. Jadi sisa-sisa yang tidak diinginkan dapat hilang dengan baik, baik yang ada di luar, maupun yang ada di dalam piknometer itu sendiri.

Piknometer kemudian dikeringkan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan piknometer pada bobot sesungguhnya. Setelah itu didiamkan sampai dingin dalam baskom berisi air es. Akhirnya piknometer ditimbang pada timbangan analitik dalam keadaan kosong. Setelah ditimbang kosong, piknometer lalu diisikan dengan sampel mulai dengan aquadest, sebagai pembanding nantinya dengan sampel yang lain. Pengisiannya harus melalui bagian dinding dalam dari piknometer untuk mengelakkan terjadinya gelembung udara. Proses pemindahan piknometer harus dengan menggunakan tissue. Akhirnya piknometer yang berisi sampel ditimbang.

Adapun keuntungan dari penentuan bobot jenis dengan menggunakan piknometer adalah mudah dalam pengerjaan. Sedangkan kerugiannya yaitu berkaitan dengan ketelitian dalam penimbangan. Jika proses penimbangan tidak teliti maka hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan hasil yang ditetapkan literatur. Disamping itu penentuan bobot jenis dengan menggunakan piknometer memerlukan waktu yang lama.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi bobot jenis suatu zat adalah :

  1. Temperatur, dimana  pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat menguap sehingga dapat mempengaruhi bobot jenisnya, demikian pula halnya pada suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk menghitung bobot jenisnya. Oleh karena itu, digunakan suhudimana biasanya senyawa stabil, yaitu pada suhu 25oC (suhu kamar).
  2.  Massa zat, jika zat mempunyai massa yang besar maka kemungkinan bobot jenisnya juga menjadi lebih besar.
  3. Volume zat, jika volume zat besar maka bobot jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri, dimana ukuran partikel dari zat, bobot molekulnya serta kekentalan dari suatu zat dapat mempengaruhi bobot jenisnya.

 

 

IX. KESIMPULAN

Setelah melakukan percobaan ini didapati bahwa :

–          Volume piknometer pada suhu percobaan ( 31,5º ) adalah  50,7564 ml

–          Kerapatan dan berat jenis zat cair

  1. Alkohol absolute 96%

–           ρ Alkohol absolute 96%   =  0,8074 gram.ml-1

–           d  =  0,8113

  1. Alkohol 70%

–           ρ Alkohol 70%                 =    0,8828 gram.ml-1

–           d  =  0,8870

  1. Alkohol 50%

–          ρ Alkohol 50%                    =   0,9208 gram.ml-1

–          d  =  0, 9252

  1. Aseton

–          ρ Aseton                      =  0,7827 gram.ml-1

–           d  =  0, 7865

  1. Kloroform

–          ρ Kloroform                         =  1,4682 gram.ml-1

–           d  =   1,4753

v  Terdapat penyimpangan dalam percobaan ini. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena penyimpangannya itu sendiri masih relatif  kecil sehingga dapat diabaikan.

Adapun perbedaan hasil ini kemungkinan disebabkan oleh :

  1. Kesalahan pembacaan skala pada alat
  2. Cairan yang digunakan sudah tidak murni lagi sehingga mempengaruhi bobot jenisnya
  3. Pengaruh suhu dari pemegang alat, juga berpengaruh pada alat
  4. Kesalahan-kesalahan praktikan seperti tidak sengaja memegang piknometer

X. DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

XI. DISKUSI

  • Apa tujuan suhu sampel diturunkan ?

  • Jelaskan bagaimana pengaruh suhu terhadap kerapatan dan berat jenis suatu zat ?

Surakarta, 6 Oktober 2010

Mengetahui

Dosen/Asisten dosen                                                                     Praktikan

Muhammad Dzakwan, S.Si., Apt                                                       Anwar Asyari

SUMBER : khasiat-tanaman-obat-herbal.blogspot.com 

LAPORAN PRAKTIKUM TENTANG SEL

Tinggalkan komentar

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup, baik secara struktural dan fungsional. Sel merupakan satuan dasar yang menyusun organisme. Pada tahun 1665 seorang ilmuwan asal Inggris yang bernama Robert Hooke mengamati sayatan sel gabus botol mikroskop yang amat sederhana yang terlihat olehnya adalah struktur dari ruang kecil , dimana dinamakan sel. Nehemiah grew menuliskan deskripsi pertamanya tentang jaringan tumbuhan pada tahun 1671. Pada tahun 1980, Heinstein menggunakan istilah protoplas bagi satuan protoplasma dalam sel (Gabriel 1988 ; 19).

Pada tahun 1381 Robert Hooke menemukan semacam benda bulat didalam sel epidermis tanaman anggrek yang kemudian disebut inti sel (nukleus). Pada tahun 1846 Hugo Van Mohl membedakan antara protoplasma dan cairan sel kemudian pada tahun 1862 koliker memperkenalkan istilah protoplasma (Soenarto 1992 ; 12).

Sebagai suatu system terkecil, sel mempunyai andil dalam menyusun tubuh suatu organisme yang sangat besar, juga dalam menyokong kehidupan suatu organisme, karena itulah kehidupan dapat ditunjang dengan keberadaan sel yang jumlahnya banyak sekali atau dapat juga dikatakan semua unsur yang bernyawa dikatakan sebagai sel. Jaringan pada tumbuhan yang khususnya tumbuh dikotil dan tumbuhan monokoyil, perbedaan keduanya terlihat pada bijinya dan adanya cambium diantara keduanya dimana penyusun semua itu adlah sel                 (Soenarto 1992 ; 12).

Jika kita mengamati suatu organisme yang agak besar dan agak mudah untuk dilihat maka kita didak akan mengalami kesulitan untuk mengenali bagian-bagiannya. Pada tahun 1543 seorang ahli anatomi yang bernama Adreas Vesalius menerbitkan karyanya yang sangat penting yaitu buku tentang struktur tubuh manusia. Pada abad ke-17 Antonion Van Leeuwenhoek bukanlah satu-satunya penyelidik yang menggunakan mikroskop tetapi lensa-lensa yang dibuat oleh Van Leewenhoek memang yang terbaik, kira-kira 15 tahun sebelum Van Leewanhoek mengirim surat petama pada Royal Society of London, seorang Otali yang bernam Marcello Malphigi, telah melihat pembuluh-pembuluh darah yang kecil dan berdinding tipis yang dinamakan pembuluh kapiler (Johnson 1985 ; 39).

Sitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sel, penemu pertama adalah Robert Hooke, ia menentukan sel gabus yang tidak mempunyai membrane atau tidak mempunyai protoplasma (sel mati). Sel terdiri dari sel tumbuhan dan sel hewan. Penemu sel tumbuhan adalah Sc Sel yang terdapat pada tumbuhan berbeda dengan  sel yang terdapat pada hewan, salah satu perbedaan khas yang dimiliki sel tumbuhan dibandingkan sel hewan adalah adanya dinding sel pada sel tumbuhan yang mengandung bahan selulosa. Dinding sel ini berfungsi untuk melindungi isi sel dan memberi bentuk pada sel. Apabila dalam sel terdapat protoplasma, maka sel itu dikatakan hidup karenma pada protoplasma sel tumbuhan terdapat plasma sel, inti sel, butir-butir plastida dan mitokondria (Gabriel 1988 ; 44).

Sel gabus merupakan tumbuhan Quercus suber termasuk sel mati karena sudah tidak memiliki inti sel dan sitoplasma sehingga ruang selnya tampak kosong. Bentuk selnya heksagonal, tersusun rapat antara satu dengan lainnya, dengan pewarnaan safranijn dan hematoxilin akan nampak bayangan merah                (Gabriel 1988 ; 44).

Epidermis pada tumbuhan merupakan jaringan penyusun tubuh yang paling luar, umumnya terdiri dari selapis sel saja dengan dinding sel berlapis kutikula menghadap ke udara. Untuk mencegah penguapan air yang terlalu besar kadang-kadang masih terdapat lapisan lilin atau rambut epidermis di sebut juga dengan jaringan pelindung. Diantara epidermis terdapat alat tambahan yang disebut derivat epidermis, berupa rambut daun , stomata dan sel kipas (Djamnur 1986 ; 42).

Perbedaan yang mendasar antara sel hewan dan tumbuhan yaitu adanya dinding sel pada sel tumbuhan yang mengandung bahan selulosa. Apabila dalam ruang sel terdapat protolasma maka sel tersebut bisa dikatakan hidup karena pada protoplasma sel terdapat plasma sel yang mengandung inti sel, butir-butir plastida dan mitokondria (Subowo 1992 ; 32).

Sel tumbuhan memiliki organel khas yaitu vakuola, plastida, dan dinding sel. Vakuola terdapat di dalam sitoplasma, berisi cairan (getah) sel, memiliki membran tunggal yang disebut tonoplas yang bersifat semipermiabel (diferensial permeabel) (Syamsuri 1997 ; 45).

Fungsi vakuola adalah menyimpan bahan makanan (air, garam, mineral, protein, gula, asam organic, dan asam amino), berperan dalam turgiditas (turgor sel) dan bentuk sel, dapat member warna pada bunga dan buah karena mengandung pigmen antosian yang berguna untuk menarik serangga, burung, dan hewan lain yang berjasa bagi penyerbukan dan pemencaran biji, sebagai lisosom yang dapat mencerna sitoplasma ketika sel mati dan tonoplas pecah menyebabkan autolysis, serta tempat penimbunan sisa metabolism (Syamsuri 1997 ; 44).

Plastida memiliki membran rangkap, berkembang dari proplastida di daerah meristematik. Macam-macam plastida yakni, leukoplas merupakan plastida tidak berwarna, sebagai gudang simpanan makanan, amiloplas (berisi amilum), proteinoplas (protein), dan elailoplas (berisi minyak dan lemak), kloroplas yaitu plastida berwarna hijau, mengandung klorofil, pigmen karotenoid, berfungsi untuk fotosintesis, serta kromoplas yakni plastida berwarna merah atau kuning, mengandung karotenoid (karoten dan xantofil), non fotosintesis                       (Syamsuri 1997 ; 44)

Dinding sel terdiri dari dinding primer dam lamela tengah yang terletak antara 2 dinding primer yang berdekatan. Zat penyusun dinding primer adalah serat selulosa, sedang lamela tengah adalah Mg dan Ca pekat yang berupa gel. Beberapa sel (xilem, skelerenkim) dinding primer mengalami penebalan dengan zat lignin membentuk dinding sekunder yang keras dan kaku. Bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan membentuk celah yang di sebut noktah. Melalui noktah terjadi komunikasi antar sel dengan perantaraan plasmodesmata (benang sitoplasma) (Syamsuri 1997 ; 44).

Sel kapas dan sel gabus mempunyai bentuk sel yang hampir sama yaitu membujur seperti benang-benang, perbedaan diantara keduanya hanyalah kapuk mempunyai inti sel (Azidin 1986 ; 39).

1.2  Tujuan Praktikum

Praktikum ini bertujuan untuk mengenali susunan jaringan dan bentuk-bentuk sel pada tumbuhan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pada tumbuhan istilah sel meiliputi protoplasma dan dinding sel yang ada scdangkan pada organism multi sel yang ada membentuk struktur kompleks yaitu jaringan dan organ. Sel pada organisme multi sel tidak sama satu dengan lainnya tetapi masing-masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Pada awalnya struktur dinding sel yang ada pada tumbuhan dianggap sebagai sel mati hasil ekskresi zat hidup dalam sel akan  tetapi baru-baru ini makin banyak ditemui bukti bahwa ada satuan organik yang ada diantara protoplas dan dinding, khususnya pada sel muda (Saktiono 1989 ; 31).

Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplast, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel. Sel tumbuhan secara umum memiliki dinding sel, plastid, tidak memiliki lisosom, tidak memiliki sentriol, vakuola pada sel muda lebih kecil dan banyak tidak memiliki flagellate, memiliki membrane sel serta terdapat sel plasmodesmata    (Winarto 1981 ; 22).

Salah satu perbedaan yang khas antara sel tumbuhan dengan sel hewan adalah pada sel tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk peluru, prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular. Sel tumbuhan mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu vakuola, plastida dan dinding sel. Vakuola dan plastida merupakan bagian hidup dart sel tumbuhan dan disebut protoplas. Sedangkan dinding sel yang berfungsi untuk melindungi isi sel/lumen yang ada di protoplasma disebut bagian sel yang mati. Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena hanya memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang antar selnya kosong. Bentuk sel gabus heksagonal,tersusun rapat antara satu dan lainnya. Adapun jaringan-jaringan yang terdapat pada sel tumbuhan yaitu Jaringan parenkim dan kolenkim, parenkim atau jaringan dasar fungsinya memperkuat kedudukan jaringan-jaringan lain. Jaringan ini terdapat di seluruh tumbuhan. Sklerenkim, merupakan kumpulan dari sel-sel. Jaringan meristem, yaitu sekelompok sel-sel yang aktif membelah dan memperbanyak diri. Jaringan pengangkut berfugsi untuk mengantarkan dan menyebarkan suatu zat makanan yang diperlukan sel tubuh (Winarto 1981 ; 41).


BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1       Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan pada pukul 13.20 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB, hari Rabu, tanggal 29 September 2010. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  Universitas Sriwijaya.

3.2       Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu  cutter / silet, kaca benda, dan kaca penutup, mikroskop, pipet tetes.

Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah sel mukosa rongga mulut, , selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah (Allium cepa), daun Hidrylla verticillata.

2.3  Prosedur Kerja

Siapkan mikroskop, kaca benda dan kaca penutupnya pada posisi yang tepat Siapkan masing-masing preparat yang akan diamati dibawah mikroskop, sesuai caranya. Amati bentuk sel, bagian-bagian sel yang hidup dan gambarkan hasil pengamatan saudara. Lengkapi gambar dengan keterangan yang jelas, buatlah pembahasan hasil pengamatan dan kesimpulannya.


 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Dari pengamatan yang kami lakukan, kami mendapatkan hasil yaitu mengenai bagian-bagian sel penyusun jaringan pada hewan. Dengan hasil pengamatan yang kami lakukan, kami dapat mengetahui ciri-ciri atau bagian-bagian sel tumbuhan.

Keterangan :

1. Intisel

2. Dinding sel

3. Sitoplasma

Gambar 1. Daun Hydrilla verticillata

Keterangan :

1. Dinding sel

2. Protoplasma

3. Nukleus

4. Ruang antar sel

Gambar 2. Bawang merah (Allium cepa)


 

Hydrilla verticilata

Kingdom         : Plantae

Ordo                : Alismatales

Family             : Hydrocharitaceae

Genus              : Hydrilla

Species            : Hydrilla verticilata

 

Bawang Merah

Kingdom         : Plantae

Subkingdom    : Tracheobionta

Super divisi     : Spermatophyta

Divisi               :Magnoliophyta

Class                : Liliopsida

Sub class         : Lilidae

Ordo                : Liliales

Famili              : Liliaceae

Genus              : Allium

Species            : Allium cepa

 

4.2  Pembahasan

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup, baik secara struktural dan fungsional. Sel merupakan satuan dasar yang menyusun organisme. Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan dapat kita lihat dari organel-organel yang dimiliki oleh masing-masing sel hewan dan sel tumbuhan (Winarto 1981 ; 41).

Sel yang dikatakan hidup adalah sel yang masih memiliki inti sel dan sitoplasma. Sel Hewan tidak memiliki dinding sel dengan bentuk yang tidak tetap sedangkan sel tumbuhan memiliki dinding sel, membran sel, kloroplas dan bentuk yang tetap (memiliki bentuk) (Winarto 1981 ; 41).

Sel bawang merah (Allium cepa) berbentuk heksagonal, di dalamnya terdapat protoplasma sehingga sel bawang merah dinyatakan hidup dengan warna merah muda. Perbesaran yang dilakukan sebesar 10 x dengan menggunakan mikroskop listrik (Saktiono 1989 ; 31).

Daun Hydrilla verticillata adalah tumbuhan air yang memiliki klorofil, sehingga terlihat berwarna hijau, selnya berbentuk heksagonal panjang seperti  susunan bata, di dalamnya terdapat bintik-bintik berwarna hijau yang disebut kloroplas (Saktiono 1989 ; 31).

 


 

BAB V

KESIMPULAN

 

5.1  Kesimpulan

1.    Sel dikatakan mati apabila sudah tidak mempunyai inti sel dan sitoplasma (kosong). Contohnya sel gabus pada penampang melintang ubi kayu.

2.    Sel – sel yang hidup pada umumnya mempunyai dinding sel, inti   sel / nukleus, di dalam sel terdapat organel-orgenel/ruang selnya tidak kosong, serta protoplasma.

3.   Pada sel tumbuhan :

  1. Memiliki membran sel yang terletak di bagian dalam dinding sel
  2. Pada sel tumbuhan sitoplasma tidak mengandung sentriol dan sentroso

c.     Sel tumbuhan memiliki kloroplas yang mengandung pigmen hijau daun yaitu klorofil, yang memberi warna hijau pada tumbuhan dan sangat penting dalam peristiwa fotosíntesis

SUMBER : khasiat-tanaman-obat-herbal.blogspot.com


SEL

Tinggalkan komentar

Sel Sel adalah unit terkecil mahluk hidup. Terdapat dua tipe sel yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Tiap sel dikelilingi oleh plasma membrane yang terbuat dari posfolipid lapis ganda (bilayer). Dari membrane sel ke arah dalam, merupakan sitoplasma yang terdiri dari cairan sel dan organel sel. Dalam pengelompokan mahluk hidup berdasarkan 5 kingdom, terdapat kingdom Monera, Protista, Plantae, Fungi dan Animalia. Bakteri yang tergolong kingdom Monera merupakan prokariot. Organisme pada kingdom lainnya (Protista, Fungi, Plantae, Animalia) tergolong eukariot. Dalam sistem tiga domain, mahluk hidup dibedakan menjadi domain Bakteri, Arkaea dan Eukariot. Domain Bakteri dan Arkaea merupakan prokariot. DNA pada prokariot tidak terorganisasi ke dalam nukleus sejati yang dikelilingi oleh selubung nuclear atau nuclear envelope. Disamping itu, sel prokariot tidak memiliki mitokondria dan kloroplas. DNA eukariot terorganisasi dalam nukleus dan dikelilingi oleh selubung nucleus yang terdiri dari dua membrane bilayer. Nukleus mengandung materi genetik dalam bentuk benang kromatin yang terdiri dari DNA dan protein. Pada saat pembelahan sel, kromatin memadat dan memendek membentuk struktur yang dapat diamati yang disebut kromosom. Beberapa organel dalam sel adalah: 1. Retikulum Endoplasma. Retikulum endoplasma berhubungan dengan membrane bagian luar dari selubung nukleus. Terdapat dua tipe retikulum endoplasma, yaitu reticulum endoplasma halus dan reticulum endoplasma kasar. Retikulum endoplasma kasar berada lebih dekat dengan nukleus. Retikulum endoplasma halus merupakan area transisi dimana molekul kimia seperti protein yang dibuat oleh sel disimpan di lumen untuk ditransportasikan ke bagian sel lain. Potongan reticulum endoplasma halus disebut vesikula yang terpotong dari retikulum endoplasma halus dan berpindah ke tempat lain dalam sel untuk mentransfer isinya. Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena memiliki organel yang menempel pada retikulum endoplasma, yang menyebabkan terlihat kasar jika dilihat menggunakan mikroskop elektron. Retikulum endoplasma kasar dan asosiasinya dengan ribosom terlibat di dalam sintesis protein. 2. Ribosom adalah organel yang terlibat langsung dalam sintesis protein. Terbuat dari RNA dan protein dan dibuat di nukleus (dari sebuah template DNA), lalu keluar ke sitoplasma untuk melakukan fungsinya. 3. Vakuola merupakan tempat penyimpanan. Sel tumbuhan umumnya memiliki satu sentral vakuola besar yang mengambil sebagian besar tempat pada sel tumbuhan dan digunakan sebagai tempat penyimpanan bermacam-macam molekul. Paramecium memiliki tipe khusus yang disebut contractile vacuole yang berfungsi untuk mengeksresikan air dari sel. 4. Aparatus golgi atau badan golgi berfungsi sebagai bagian sel pengirim dan penerima. Material diterima saat vesicle bersatu dengan Golgi apparatus dan dikirimkan ke bagian lain saat vesicle lepas. Material sementara disimpan pada badan golgi dan beberapa reaksi kimia selanjutnya terjadi di sana. Aparatus golgi merupakan organel pendistribusi dan pengiriman untuk produk kimia sel. Aparatus golgi memodifikasi protein dan lemak yang dibuat di reticulum endoplasma dan menyiapkannya untuk diekspor ke luar sel. 5. Mitokondria ditemukan pada semua sel eukariot, biasanya dalam jumlah banyak pada tiap sel. Mitokondria membakar gula untuk bahan bakar/energy dalam proses respirasi seluler, sehingga mitokondria disebut sebagai ‘mesin’nya sel. Mitokondria terdiri dari membrane luar yang halus dan membrane dalam yang berlekuk yang dipisahkan oleh ruang intermembran. Lekukan pada membrane dalam disebut krista dan ruang di dalam membrane dalam disebut matrik mitokondria. 6. Sentriol merupakan organel yang dapat bereplikasi sendiri terbuat dari mikrotubul dan hanya ditemukan pada sel hewan. Sentriol berfungsi membantu mengorganisasikan pembelahan sel. 7. Lisosom memiliki fungsi utama sebagai pencerna (digestion) dan mengandung degradative enzymes. Lisosom memecah produk-produk limbah seluler dan debris dari luar sel menjadi komponen yang sederhana yang ditransfer ke sitoplasma sebagai bahan materi membangun sel baru. 8. Peroksisom merupakan badan mikro, berbentuk spherical dan terikat oleh membrane tunggal. 9. Sel tumbuhan mengandung satu tipe organel yang tidak ditemukan pada sel hewan yaitu kloroplas. Kloroplas mengkonversikan energy cahaya menjadi energy kimia melalui proses fotosintesis. Pigmen utama yang terdapat dalam kloroplas yang terlibat dalam adalah klorofil. Kloroplas dikelulingi oleh membrane luar dan membrane dalam dipisahkan oleh ruang intermembran. Cairan dalam pusat kloroplas disebut stroma. Dalam cairan ini terdapat sistem terdiri dari tumpukan cakram, masing-masing disebut tilakoid dan memiliki klorofil dan pigmen lain dalam membrannya. Kumpulan dari tilakoid disebut granum

SUMBER : KHASIAT TANAMAN OBAT HERBAL

trik menghilangkan virus shorcut pada flashdisk

Tinggalkan komentar

Hm, banyak teman-teman yang nanya bagaimana cara membersihkan flashdisk yang terkena virus mirip shortcut yang membuat banyak folder dan dokumen kuliah jadi hilang entah ke mana. Memang akhir-akhir ini virus ini lagi marak beranak cucu di beberapa komputer di kampus saya. Buat teman-teman saya yang sering nanya-nanya gimana membersihkan flashdisk dari virus, saya berikan caranya di sini.

Seperti kebanyakan virus lain yang sudah sering saya lihat, penyamaran utama dari virus ini agar cepat menyebar adalah dengan membuat shorcut yang mirip virus di sebuah flashdisk. Virusnya bukanlah shortcut ini, namun ketika kita membuka shortcut ini, maka virus akan aktif dan menginfeksi komputer yang ditumpanginya. Shortcut ini aman untuk dihapus dengan menggunakan delete pada menu ketika klik kanan, namun tidak akan menghapus virus yang asli yang tersimpan dalam mode hidden.

Ikuti beberapa langkah di bawa ini agar flashdisk kembali normal seperti semula.

1. Masukkan flashdisk ke dalam usb port.

2. Perhatikan drive letter flashdisk kamu, pada contoh gambar di atas, drive letter flashdisk adalah M:
Jika kamu hendak membuka isi flashdisk, pastikan kamu membuka direktori melalui tree folder seperti gambar di atas (di sebelah kiri ketika membuka explorer) dan bukan dari folder view yang bergambarkan icon flashdisk besar (explorer bagian kanan). Jika kamu membuka flashdisk dengan cara yang dilarang tersebut, virus akan aktif di komputer kita. Lihat di dalam flashdisk akan ada shortcut-shortcut yang sebenarnya sering kita lihat.

3. Buka menu Run dari windows, atau tekan win+R (logo Windows ditekan bersamaan dengan tombol R pada keyboard), lalu ketik cmd, lalu tekan Enter. Gambar di bawah adalah cara membuka Run dari search pada windows 7.

4. Sebuah aplikasi akan muncul dengan layar berwarna hitam dengan teks awal C:\User\duken> atau apapunlah teks yang bakal muncul di layar tersebut. Ketik drive letter yang tadi sudah kita lihat, misalnya ketik m: lalu tekan enter. Sesuaikan drive letter ini dengan drive letter flashdisk kamu. Teks pada layar akan berganti menjadi drive letter ufd kamu.

5. Lalu ketikkan attrib -s -h -r *.* /s /d lalu tekan enter. Perintah ini akan mengembalikan folder yang disembunyikan oleh virus. Tunggu sebentar jika masih dalam proses. Semakin banyak folder yang disembunyikan, semakin lama juga proses ini berlangsung.

6. Lalu ketikkan del *.lnk *scr *.exe *.dll *.tmp lalu tekan enter. Perintah ini akan menghapus virus (biasanya berformat exe, lnk, dan scr) pada flashsdisk.

7. Jika ada folder dengan nama Recycler, sebaiknya dihapus saja.

8. Lihat isi flashdisk, maka data-data yang hilang akan kembali dan virus (semoga) sudah dihapus dari flashdisk.

Mudah-mudahan setelah ini, ga ada lagi yang nanya-nanya masalah ini ke saya :p

Tips kecil:

Ketika kamu bingung folder kamu hilang entar ke mana, folder tersebut sebenarnya masih ada, namun tidak kelihatan. Jangan panik ketika data-data tersebut hilang. Ingat saja nama folder tempat kamu menyimpan data tersebut, lalu buka folder tersebut dari address bar. Misalnya kamu menyimpan data di folder M:\print, setelah masuk ke komputer warnet atau apapun itu, ternyata folder print tidak ada lagi. Cari address bar dan masukkan alamat folder tadi, lalu tekan Enter, mudah-mudahan folder tadi masih bisa dibuka

jajak pendapat

Tinggalkan komentar

Older Entries

%d blogger menyukai ini: